Pengguna QRIS di DIY Tembus 1,2 Juta, Transaksi Capai Rp6,85 Triliun
BI DIY mencatat pengguna QRIS mencapai 1,20 juta hingga Agustus 2026. Jumlah merchant 1,17 juta dengan transaksi Rp6,85 triliun.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menyebut memanasnya perang antara Israel-Iran berpengaruh pada pasar modal Indonesia.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan ada peningkatan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring dengan memanasnya perang Israel-Iran.
Meski demikian, BEI meyakini jika volatilitas ini tidak akan berlangsung lama. Menurutnya jika menengok lagi ke belakang saat terjadi konflik Rusia-Ukraina 24 Februari 2022 dan konflik Israel-Hamas 7 Oktober 2023, pada saat itu volatilitas IHSG cukup tinggi pada awal-awal konflik.
BACA JUGA: Penguatan Bursa Saham Asia, IHSG Ditutup Menguat Awal Pekan Ini
Akan tetapi dua bulan setelah meletusnya konflik, IHSG kembali ke arah positif dan bahkan naik lebih kurang 4%. Oleh karena itu, BEI memperkirakan konflik kali ini tidak berdampak besar pada IHSG. "Kami yakin volatilitas ini tidak akan berlangsung lama," ucapnya, Kamis (19/6/20250)
Irfan berharap konflik bisa segera reda dan berakhir. Sehingga hal-hal yang dikhawatirkan tidak terjadi. Seperti terganggunya rantai pasok yang bisa mendorong peningkatan harga komoditas dan mempengaruhi perekonomian dunia.
Lebih lanjut dia mengatakan BEI akan terus memantau dinamikanya. Serta berharap investor pasar modal semakin cerdas dan melek informasi. BEI meyakini pasar modal Indonesia masih memiliki daya saing dan fundamental yang cukup kuat, sehingga diharapkan koreksi semacam ini bersifat sementara.
"Kami juga melihat bahwa investor domestik cenderung memanfaatkan koreksi untuk membeli saham yang dilepas investor asing, sehingga ada potensi pemulihan begitu sentimen membaik," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan yang menarik adalah ada beberapa sektor yang justru diuntungkan oleh konflik, terutama yang terkait komoditas energi dan emas. Lonjakan harga minyak mentah dunia selama konflik memberi angin positif bagi saham sektor energi.
Ia melihat hal ini sebagai peluang ke depan, sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang menikmati dengan menjadi Investor-investor baru di pasar modal Indonesia. "Seiring dengan keyakinan kami bahwa pasar modal di DIY akan terus bertumbuh sejalan dengan bertumbuhnya investor-investor baru," lanjutnya.
IHSG sempat melemah 0,53% ke level 7.166,06 saat perang antara Israel-Iran meletus pada Jumat (13/6/2025). Saat itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15,21 triliun dengan volume sebesar 26,69 miliar dan 1.365.127 kali saham yang diperdagangkan.
Data BEI menunjukkan, sepanjang periode 9-13 Juni 2025, IHSG juga tercatat melemah sebesar 0,74% dari 7.113,425 di periode pekan lalu. Namun, IHSG pada Jumat mencatat jual bersih atau net foreign buy sebesar Rp478,76 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BI DIY mencatat pengguna QRIS mencapai 1,20 juta hingga Agustus 2026. Jumlah merchant 1,17 juta dengan transaksi Rp6,85 triliun.
Kadin mendorong pembatasan impor selektif untuk produk yang sudah diproduksi di dalam negeri, disertai penguatan investasi dan kapasitas industri.
Rupiah melemah 21 poin ke Rp17.903 per dolar AS. Konflik Timur Tengah, dolar AS, The Fed, dan data domestik jadi sorotan
Hasto Wardoyo mendorong peningkatan kualitas SD negeri di Jogja agar kembali diminati masyarakat dan menjadi pilihan utama orang tua.
Prabowo meresmikan 204 satuan baru TNI pada HUT Ke-81 TNI, termasuk enam Kodam baru di sejumlah wilayah Indonesia.
Harga BBM 5 Oktober 2026 di Pertamina, Shell dan bp masih stabil. Simak daftar harga Pertalite, Pertamax, V-Power Diesel hingga BP Ultimate.