Advertisement
YIA Jadi Embarkasi Haji 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi DIY
Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi satu/satunya bandara bertaraf internasional untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah. Tampak sejumlah pengguna bersiap memasuki Bandara YIA di Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, belum lama ini.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Penetapan Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai Embarkasi Haji 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi DIY. Peluang ini disebut harus dimanfaatkan pelaku usaha dan masyarakat.
Plt. Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan aktivitas ekonomi di sekitar YIA mulai tumbuh, ditandai dengan munculnya sejumlah kafe dan usaha penunjang lainnya.
Advertisement
Menurutnya, masyarakat dapat menangkap peluang dengan menyediakan kebutuhan terkait haji dan umrah, mulai dari perlengkapan ibadah hingga layanan pendukung.
“Dengan menjadi embarkasi luar biasa Yogyakarta ini, jamaah akan menginap sehari sebelum berangkat,” ujarnya.
BACA JUGA
Meski masa tinggal jamaah relatif singkat, Endang menilai dampaknya tetap signifikan. Ia menyebut lonjakan jamaah umrah ke Arab Saudi pada 2025 juga memberi efek ekonomi.
“Karena menunggu haji cukup lama, maka umrah yang sekarang lebih banyak diminati,” katanya.
Ia menilai keberadaan Embarkasi Haji di YIA akan menjadi peluang besar, meskipun lokasinya relatif jauh dari pusat kota. Sektor perhotelan, transportasi, serta penyedia makan dan minum diperkirakan akan terdampak positif.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menyampaikan diperlukan sinergi seluruh pihak karena DIY untuk pertama kalinya menjadi embarkasi haji tanpa asrama haji permanen.
Ia menjelaskan proses penetapan YIA sebagai embarkasi haji memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat tahun. Awalnya direncanakan mulai 2025, namun diundur menjadi 2026 karena persiapan dinilai belum optimal.
“Kami juga mohon dukungan dari semua pihak supaya DIY sukses pertama kali menggunakan konsep hotel sebagai asrama haji secara nasional,” ungkapnya.
Hotel-hotel di Kulonprogo akan dimanfaatkan sebagai tempat menginap calon jamaah haji. Langkah ini sekaligus diharapkan dapat meningkatkan okupansi hotel yang selama ini relatif rendah.
Terkait potensi pembangunan asrama haji permanen, Eling menyebut hal tersebut bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dan masih perlu kajian lebih lanjut.
“Kita tidak bisa lepas dari kebijakan di pusat juga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Polda DIY Terbaik di Jawa-Bali
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Konsumsi BBM Naik 28 Persen, Pertamina Jamin Stok Aman Saat Lebaran
- Harga Minyak Naik Tekan Rupiah Mendekati Level Psikologis
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Investor Baru Jogja Tembus Ribuan dalam Sebulan
- Koperasi Desa Bakal Sediakan Kredit, Bunga Dipatok 6 Persen per Tahun
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement







