Advertisement

Harga Emas 2026 Diramal Tembus Rp4,2 Juta per Gram

Annisa Kurniasari Saumi
Minggu, 22 Februari 2026 - 20:47 WIB
Sunartono
Harga Emas 2026 Diramal Tembus Rp4,2 Juta per Gram Produk emas Antam. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Prospek harga emas 2026 diprediksi melanjutkan tren penguatan di tengah memanasnya geopolitik global, dinamika politik Amerika Serikat, hingga arah kebijakan moneter dan ketidakseimbangan pasokan serta permintaan. Bahkan, harga emas di dalam negeri diproyeksikan bisa menembus Rp4,2 juta per gram pada 2026.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia berpotensi mencapai US$6.500 per troy ounce pada 2026. Sejalan dengan proyeksi tersebut, harga emas Indonesia diperkirakan dapat menyentuh Rp4,2 juta per gram apabila tekanan global terus berlanjut.

Advertisement

“Masalah geopolitik yang terus memanas mempengaruhi harga emas dunia,” ujar Ibrahim, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi meningkat, terutama apabila terjadi konfrontasi langsung yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Situasi ini dinilai dapat memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Selain faktor geopolitik, dinamika politik domestik di Amerika Serikat juga disebut turut memperbesar risiko global. Putusan Mahkamah Agung yang menyatakan kebijakan perang dagang ilegal serta revisi kebijakan tarif kembali memicu tensi politik di negara tersebut.

Ibrahim juga menyoroti potensi pemilu sela yang dinilai dapat meningkatkan suhu politik di AS. Ketidakpastian tersebut, menurutnya, mendorong investor global untuk mengalihkan portofolio ke instrumen lindung nilai seperti emas.

Dari sisi kebijakan moneter, Ibrahim memproyeksikan bank sentral AS, Federal Reserve, berpotensi memangkas suku bunga sebanyak dua kali pada 2026 dengan total penurunan sebesar 50 basis poin.

“Kita lihat nanti bagaimana arah kebijakan Fed di bawah kepemimpinan selanjutnya,” ucapnya.

Dari aspek fundamental, keterbatasan pasokan emas global juga menjadi faktor pendorong harga emas 2026. Ia memperkirakan sekitar 80 perusahaan tambang emas dunia hanya memiliki proyeksi produksi hingga 2028, sehingga suplai dinilai relatif terbatas.

Di sisi lain, permintaan emas disebut masih tinggi. Ketidakseimbangan antara supply dan demand ini diperkirakan menciptakan tekanan kenaikan harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Ibrahim menambahkan, sejumlah lembaga keuangan global juga telah merevisi proyeksi harga emas. UBS mematok potensi harga hingga US$6.200 per troy ounce pada 2026. Sementara itu, J.P. Morgan sebelumnya memproyeksikan US$6.200 sebelum kemudian merevisinya menjadi US$6.000.

Adapun Ibrahim mengingatkan investor agar tidak terjebak pada orientasi investasi jangka pendek.

“Jangka pendek biasanya dipengaruhi isu geopolitik dan politik. Jangka menengah, jangka panjang itu akan mendapatkan keuntungan yang cukup maksimal,” ujarnya. Ia menekankan bahwa strategi investasi emas 2026 perlu mempertimbangkan faktor fundamental global agar potensi keuntungan dapat dioptimalkan seiring tren penguatan harga emas yang masih terbuka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

BMKG Yogyakarta Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga 25 Februari

BMKG Yogyakarta Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem hingga 25 Februari

Jogja
| Minggu, 22 Februari 2026, 20:07 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement