Advertisement
Pembiayaan Mobil Bekas Meroket Jelang Lebaran 2026
Aktivitas jual beli di showroom mobil bekas. - Dok/Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan adanya tren kenaikan signifikan pada permintaan pembiayaan kendaraan roda empat seiring dengan mendekatnya momentum mudik Lebaran 2026.
Fenomena musiman ini memicu lonjakan piutang pembiayaan yang tumbuh konsisten dalam empat tahun terakhir, mempertegas peran penting sektor multifinance dalam mendukung mobilitas masyarakat saat hari raya.
Advertisement
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebutkan bahwa sepanjang periode 2022 hingga 2025, pertumbuhan piutang pembiayaan mobil mencapai rata-rata 6,80 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Angka tersebut terus menunjukkan grafik positif, terutama saat memasuki bulan Ramadan di mana kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi untuk perjalanan jauh meningkat tajam.
“Dan menunjukkan tren peningkatan, termasuk menjelang momentum musiman seperti Lebaran,” ucap Agusman dalam keterangan tertulis hasil RDK Februari 2026, sebagaimana dikutip pada Minggu (8/3/2026).
Hingga Januari 2026 saja, total penyaluran pembiayaan untuk kategori roda empat telah menembus angka Rp229,43 triliun.
Menariknya, segmen mobil bekas mencatatkan performa pertumbuhan yang jauh lebih perkasa dibandingkan mobil baru, yakni mencapai rata-rata 12,75 persen (YoY).
Hal ini mengindikasikan pergeseran minat konsumen yang lebih memprioritaskan nilai ekonomis dan kemudahan akses kredit di tengah dinamika pasar otomotif nasional.
“Fenomena pertumbuhan yang lebih kuat pada kendaraan bekas mencerminkan antara lain preferensi masyarakat terhadap harga yang lebih terjangkau serta fleksibilitas pembiayaan,” kata Agusman menjelaskan alasan di balik tingginya permintaan unit seken.
Oleh karena itu, OJK mendorong perusahaan pembiayaan untuk memperluas jaringan pasar tanpa mengabaikan aspek kualitas kredit agar risiko gagal bayar tetap terkendali.
Keterbatasan stok unit kendaraan baru di sejumlah diler juga diprediksi akan membuat pasar mobil bekas semakin berkilau pada Lebaran 2026 ini.
Banyak calon pembeli yang akhirnya beralih ke unit bekas agar bisa segera digunakan untuk keperluan mudik tanpa harus melewati masa indent yang panjang.
Praktisi industri pembiayaan, Jodjana Jody, menilai momen ini merupakan waktu emas bagi perusahaan multifinance untuk menggenjot penyaluran kredit.
“Namun, saat ini stok untuk kendaraan baru agak terbatas sehingga mobil bekas bisa dapat berkah karena permintaan [demand] yang biasanya tinggi,” ungkapnya kepada media pada Kamis (5/3/2026).
Meski pasar tengah bergairah, industri multifinance tetap menerapkan prinsip kehati-hatian yang ketat dalam menyetujui aplikasi kredit kendaraan bekas tahun ini.
Langkah selektif ini diambil guna menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) agar tidak membengkak di tengah antusiasme masyarakat yang mayoritas membeli kendaraan melalui skema cicilan.
“Saat ini multifinance cukup selektif karena NPF industri yang belum sepenuhnya pulih. Strategi pembiayaan masih sekitar support pembiayaan karena yang beli bekas, mayoritas masih lewat kredit,” sebut Jodjana.
Pengawasan ketat terhadap profil debitur tetap menjadi prioritas utama guna memastikan pertumbuhan industri pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polres Gunungkidul Siagakan Enam Pos Pengamanan Mudik Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Perang Memanas, Stok BBM Indonesia Idealnya Tersedia untuk 2 Bulan
- BEI Kantongi 7 Perusahaan dalam Antrean IPO, Didominasi Aset Skala Bes
- Harga Pangan Hari Ini: Ayam Rp41.050, Cabai Rawit Rp78.900 per Kg
- Harga Emas Melonjak, UBS Tembus Rp3.105.000 per Gram
- Bapanas Jamin Stok Pangan Nasional Aman Jelang Lebaran 2026
- Pembiayaan Mobil Bekas Meroket Jelang Lebaran 2026
Advertisement
Advertisement






