Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Nozzle BBM - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan kepastian bahwa harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak akan mengalami kenaikan hingga masa Lebaran 2026 berakhir. Jaminan ini diberikan di tengah melonjaknya harga minyak mentah dunia yang kini telah menembus angka US$100 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meminta masyarakat tidak perlu merasa khawatir terkait stabilitas harga energi selama periode hari raya. Meskipun harga minyak mentah Brent meroket hingga 23,9% ke level US$116,1 per barel, pemerintah tetap memprioritaskan keterjangkauan daya beli masyarakat.
“Saya pastikan agar masyarakat tidak usah merasa gimana menyangkut dengan harga. Karena sampai dengan Hari Raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi,” tegas Bahlil di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Lonjakan harga minyak internasional saat ini telah melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang hanya mematok angka US$70 per barel. Menanggapi situasi ini, PT Pertamina Patra Niaga terus memantau pergerakan pasar global dan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Keputusan mengenai penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, sepenuhnya tetap berada di bawah kendali pemerintah dengan mengedepankan kepentingan nasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah memastikan ketahanan stok energi di seluruh pelosok Tanah Air. “Tentunya dalam kondisi saat ini, Pertamina berkoordinasi secara intens dan terus memonitor kondisi terkini dengan mengedepankan kepentingan nasional dan masyarakat,” ungkap Roberth. Ia memastikan bahwa distribusi tetap berjalan normal tanpa adanya gangguan pada pasokan di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi dampak jangka panjang dari harga minyak fosil yang mahal, pemerintah mempercepat implementasi energi alternatif. Program biodiesel B50 serta pencampuran etanol sebesar 20% pada bensin atau E20 akan didorong lebih awal dari target semula tahun 2028. Strategi blending ini dinilai jauh lebih ekonomis dan bersih dibandingkan bergantung sepenuhnya pada minyak mentah dunia yang harganya kian tidak menentu.
Efisiensi penggunaan anggaran negara kini menjadi prioritas utama guna menyelamatkan keuangan nasional tanpa harus membebani rakyat kecil melalui kenaikan harga BBM secara tiba-tiba. Upaya optimalisasi seluruh energi domestik terus dilakukan agar ketergantungan terhadap impor minyak dapat ditekan, sekaligus menjadi langkah penyelamatan terhadap fluktuasi geopolitik global yang dinilai masih akan terus bergejolak dalam beberapa waktu ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Harga ayam dan telur mulai naik seiring program MBG kembali berjalan. Dapur SPPG diminta membeli bahan baku langsung dari peternak.
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.