Ledakan Gas Tanam Tewaskan 3 Orang, Korban Terakhir Telah Dievakuasi
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.
Ilustrasi perdagangan minyak mentah dunia - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Peluang Indonesia mendapatkan minyak dengan harga lebih murah dari Rusia menguat di tengah lonjakan harga energi global yang kini menyentuh kisaran 100 dolar AS per barel.
Perkiraan ini muncul seiring pembahasan kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia yang diarahkan untuk menjaga pasokan nasional tetap stabil.
Pakar energi dari Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti, menilai harga minyak Rusia bisa berada di level 59 dolar AS per barel.
“Betul. Andaikan dengan harga normal pun, yang sekitar 60–70 dolar AS per barel, minyak Rusia tetap lebih murah yaitu sekitar 59 dolar AS per barel,” ujarnya.
Harga tersebut dinilai lebih kompetitif dibanding minyak global yang melonjak akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Kondisi geopolitik tersebut juga memicu penutupan Selat Hormuz yang berdampak langsung pada lonjakan harga energi dunia, bahkan sempat menyentuh 116 dolar AS per barel.
Yayan menjelaskan, meski ditambah biaya logistik sekitar 30 persen, harga minyak Rusia masih berada di kisaran 76,7 hingga 80 dolar AS per barel.
Angka ini tetap lebih rendah dibanding harga minyak dunia saat ini.
Dengan demikian, potensi penghematan biaya pembelian minyak bisa mencapai sekitar 31 hingga 51 persen.
“Lebih efisien, atau bahkan lebih murah dari itu jika lobi antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin berhasil,” kata Yayan.
Sebelumnya, harga minyak Rusia sempat berada di level lebih rendah setelah adanya sanksi embargo dari negara-negara Barat sejak 2022.
Pada 2025, harga minyak Rusia bahkan tercatat mencapai sekitar 25 dolar AS per barel, jauh di bawah harga minyak Timur Tengah yang berkisar 60 hingga 70 dolar AS per barel.
Kerja Sama Energi Mulai Dijajaki
Pemerintah Indonesia kini tengah menjajaki kerja sama energi dengan Rusia sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut kerja sama tersebut mencakup pengembangan kilang minyak, perdagangan energi, hingga pemanfaatan teknologi energi.
Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih untuk mendukung diversifikasi energi jangka panjang.
Langkah ini dilakukan di tengah tekanan pasar energi global yang berdampak pada stabilitas pasokan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pemerintah menilai kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu produsen energi dunia dapat menjadi alternatif untuk menjaga pasokan sekaligus menekan biaya energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Basarnas menemukan korban terakhir reruntuhan rumah di Grand Polonia Medan. Total tiga orang meninggal dan empat korban berhasil selamat.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Sentimen global dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama t
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Jadwal bola malam ini: Final Piala AFF Putri Indonesia vs Laos pukul 19.45 WIB! Juga laga uji coba Eropa & kualifikasi Liga Champions. Simak jadwal lengkapnya.