Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Pengunjung Pasar Beringharjo berdesak-desakan di kios baju muslim, Minggu (27/5/2018)./Harian Jogja-Meigitaria Sanita (M114)
Harianjogja.com, JOGJA- Memasuki minggu kedua bulan Ramadan, penjualan busana muslim meningkat dua kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
Masyarakat DIY dan luar DIY menyerbu lapak-lapak yang menyediakan busana muslim di pasar Beringharjo, Jogja. Dampaknya, para pedagang harus menambah tenaga kerja untuk melayani konsumen.
Banyaknya masyarakat yang menyerbu lapak-lapak busana muslim membuat para pedagang kewalahan. Sehingga sebagian besar dari mereka memilih menambah tenaga kerja. Hal tersebut disampaikan Kiah, pemilik lapak busana muslim di pasar Beringharjo, Minggu (27/5/2018).
"Masuk Minggu kedua mulai ramai, ya berbeda dengan hari biasa itu pasti. Ya kami menambah dua pekerja lagi untuk bantu jaga dan melayani pembeli," ungkapnya.
Hal tersebut juga dilakukan oleh Fani demi keamanan barang dan agar cepat dalam melayani pelanggan.
"Banyak yang berdesakan, karena yang datang bukan hanya dari Jogja saja. Jadi nambah tiga pekerja biar barang aman dan diawasi. Selain itu biar cepet,” ungkap Fani.
Fani juga menambahkan jika pengunjung akan tetap meningkat menjelang minggu terakhir bulan ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Simak cara download dan instal Spotify di PC mulai dari mengunduh aplikasi, menjalankan installer, login, hingga menggunakan Spotify Web Player.
Jika juara FIFA ASEAN Cup 2026 dan mendapat tambahan sekitar 16,80 poin, ranking FIFA Indonesia berpotensi naik dari posisi 118 menuju kisaran 115.
Kotabaru Heritage Film Festival 2026 resmi ditutup setelah mengumumkan para pemenang tiga kompetisi utama dalam penyelenggaraan tahun keempat.
Disdikpora Kulonprogo mengubah pola pencegahan kekerasan di sekolah dengan memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Lebih dari 44 ribu anak keluarga miskin kembali sekolah gratis melalui Sekolah Rakyat yang kini menjangkau 182 sekolah.