Advertisement
Mudik Lebaran, PT KAI Tambah 7 Rangkaian Kereta dari Jogja untuk Tujuan Kota-Kota Ini
Ilustrasi. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-Executive Vice President (EVP) Daerah Operasional (Daops) VI PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional VI Jogja, Eko Purwanto menjelaskan, PT KAI menambah tujuh rangkaian kereta tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama Idulfitri 2018.
Kereta tersebut merupakan kereta eksekutif, dengan pemberangkatan Jogja dan Solo dengan tujuan Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Advertisement
Kereta api tambahan disediakan mengingat diperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebanyak tujuh hingga 10%. Kereta tambahan itu terdiri dari Kereta api Argo Argo Lawu, Argo Dwi Pangga, Taksa, dua rangkaian kereta Taksaka, Mataram Premier dan Lodaya. Penambahan ini, diperkirakan akan mampu menambah sekitar 7.700 penumpang setiap harinya.
"Penambahan ini diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya kekurangan kursi penumpang," kata dia, Selasa (5/6/2018).
BACA JUGA
Sementara itu, Sugiman warga Wates menuturkan, ia antri untuk membeli tiket ke Bandung. Ia ke sana untuk menjemput istrinya, untuk diajak ke Kulonprogo menjelang Idulfitri 2018. Ia memilih menggunakan moda kereta api karena nyaman, cepat dan mudah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Advertisement
WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Senin 23 Februari Naik Rp16.000 per Gram
- Uang Beredar M2 Januari 2026 Tembus Rp10.117,8 Triliun
- APBN Januari 2026 Defisit Rp54,6 Triliun
- Menkeu Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Perbankan
- Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Masih Sulit Tercapai
- Tarif Trump Dibatalkan, Pemerintah AS Tegaskan Perjanjian Dagang Tetap
- MUI Ingatkan Risiko Jika Produk AS Dikecualikan dari Label Halal
Advertisement
Advertisement








