Advertisement
Sulut Genjot Ekspor Buah Kelapa ke Tiongkok & India, Tertarik Menjajal?
Kapal kargo melakukan bongkar muat di terminal petikemas Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/4/2018). - Bisnis Indonesia
Advertisement
Harianjogja.com, MANADO—Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk membuka keran ekspor buah kelapa diyakini akan mendorong kinerja ekspor Sulut yang melambat akibat penurunan harga kopra. Rencana buah kelapa tersebut akan dikirim ke Tiongkok dan India.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa (Apeksu) Sulawesi Utara, George Umpel menjelaskan petani kelapa sempat mengekspor buah kelapa ke Tiongkok sekitar dua tahun lalu. Namun, ekspor tersebut terhenti kemudian karena lebih memilih untuk mengamankan suplai buah kelapa untuk diproduksi menjadi kopra oleh pabrik lokal di Sulut.
Advertisement
“Waktu itu memang saya sempat tolak, alasannya lebih membela kebutuhan pabrik di sini. Tetapi sekarang kita mendukung ekspor kelapa butir kalau memang lebih menguntungkan ketimbang kopra,” ujarnya ketika dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa (11/9/2018).
George memperkirakan, produksi kelapa di Bumi Nyiur Melambai mencapai jutaan butir per tahunnya. Selain China, pasar lain yang potensial menjadi tujuan ekspor buah kelapa adalah India.
BACA JUGA
Seperti diketahui, harga kopra yang menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Sulut kini tengah mengalami tren penurunan yang cukup dalam.
George menyebut umumnya harga kopra di Sulut dapat dihargai hingga sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram, tetapi sekarang harganya anjllok menjadi di kisaran Rp4.500 hingga Rp5.000 per kilogram. “Perkiraannya nanti ketika Eropa musim dingin, baru biasanya harga kopra naik,” ujarnya.
Dia menambahkan, selain membuka ekspor buah kelapa, Pemprov Sulut juga diharapkan serius mengembangkan industri kelapa terpadu.
Hal tersebut dilakukan dengan mengembangkan industri produk turunan kelapa selain kopra hitam, sehingga lebih memiliki nilai tambah untuk dijual ke pasar. Namun hingga saat ini, pihaknya mengaku belum melihat tindalanjut dari pemerintah terkait hal tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








