BPD DIY Targetkan 800 Kantong Darah Terkumpul

BPD DIY Targetkan 800 Kantong Darah TerkumpulDirektur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad (dua kiri) didampingi Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo (kiri) melihat donor darah menyambut HUT ke-57 Bank BPD DIY di Jogja City Mall, Sleman, Selasa (13/11). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
14 November 2018 09:30 WIB Holy Kartika Nurwigati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menyambut HUT ke-57 Bank BPD DIY menggelar aksi sosial donor darah di Jogja City Mall, Selasa (13/11). Bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Jogja dan JCM, aksi ini ditargetkan dapat mengumpulkan 800 kantong darah.

Direktur Utama PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan dalam rangka menyambut ulang tahun bank daerah ini, aksi ini selalu rutin digelar setiap tahunnya. "Kegiatan ini adalah wujud rasa syukur kami, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah untuk kemanusiaan," ujar Santoso.

Peserta donor darah juga berasal dari berbagai kalangan masyarakat sekitar, serta karyawan dan staf Bank BPD DIY. Kebutuhan darah masyarakat sangat tinggi. Santoso berharap dengan target 800 kantong dapat memenuhi pasokan darah yang disediakan oleh PMI bagi masyarakat yang membutuhkan.

"HUT BPD DIY akan diselenggarakan pada 15 Desember mendatang. Berbagai kegiatan telah dipersiapkan untuk menyambut perayaan ke 57 tahun ini," imbuh Santoso.

Sementara itu, aksi donor darah tersebut disambut baik dan diapresiasi oleh Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo. Prabukusumo mengungkapkan PMI selalu berupaya mengumpulkan darah dari pendonor agar masyarakat yang membutuhkan darah dapat selalu tercukupi. Selain itu, sejumlah langkah dilakukan oleh PMI DIY agar akses darah oleh masyarakat dapat semakin mudah, terutama bagi masyarakat tidak mampu.

Diakuinya salah satu upaya yang dilakukan dengan menutup stok darah PMI di wilayah Sleman dengan APBD. Rencana itu telah diajukam oleh pemkab setempat, agar masyarakat yang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan harus melakukan tranfusi darah secara berkala tidak kesulitan, terutama secara materiil.

"Tahun depan masyarakat Sleman yang mempunyai KTP atau kartu keluarga Sleman, kalau butuh darah, free (gratis). Gagasan ini diharapkan akan membantu masyarakat yang membutuhkan darah, baik untuk cuci darah, atau korban kecelakaan," jelas Prabu.