Asita Harap-Harap Cemas

Herlambang Jati Kusumo
Herlambang Jati Kusumo Rabu, 03 Juli 2019 10:22 WIB
Asita Harap-Harap Cemas

Ilustrasi penumpang berada di sisi dekat jendela pesawat./emirates247.com

Harianjogja.com, JOGJA—Wacana pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat, belum bisa menjadi angin segar bagi Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY.

Penurunan harga tiket pesawat sendiri dikabarkan akan berlaku maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) dengan jadwal khusus, yaitu pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan waktu keberangkatan antara pukul 10.00—14.00 waktu setempat.

Ketua Asita DIY, Udhi Sudiyanto mengatakan penurunan tersebut harus benar dipastikan dahulu penerbangan ke mana saja hingga jumlah promo kursi yang tersedia. “Kami sebenernya tetap masih harap-garap cemas dengan kebijakan ini. Harusnya kita melihat lebih jauh ya. Kenapa tiket pesawat mahal. Banyak kan komponen didalamnya. Di samping biaya Avtur, biaya parkir, biaya man power bagaimana, pajak penumpang gimana,” ucap Udhi, Selasa (2/7).

Menurutnya, kesemua itu mempengaruhi biaya yang harus dikeluarkan oleh maskapai sehingga jika mau benar-benar diturunkan, komponen itu seharusnya juga turun. “Saya sangat setuju, jangan sampai maskapai kita itu bangkrut, tetapi juga perlu dipikirkan jangan sampai pariwisata juga bangkrut. Memang berat untuk membuat seimbang. Itu tugas pemerintah untuk mencari jalan keluar,” katanya. 

Penumpang Naik

General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama optimistis rencana kebijakan baru tersebut akan semakin meningkatkan okupansi pesawat. Saat ini, Agus menilai sudah ada tren peningkatan penumpang jika dibanding saat awal tahun Januari hingga Mei kemarin. “Ya kami optimistis akan meningkatkan penumpang. Saat ini juga sudah stabil di atas 20.000 penumpang di Adisutjipto. YIA (Yogyakarta International Airport) juga sudah di atas 1.000 penumpang kemarin. Kalau saya dengan kebijakan tersebut mengembalikan saja seperti dulu lagi, karena Januari sampai Mei sempat turun 40 persen,” ujarnya.

Diketahui pula selain sejumlah hari tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian pada Senin (1/7) yang membahas polemik harga tiket mahal, diputuskan bahwa jumlah tempat duduk yang disediakan untuk penerbangan ini pun terbatas dengan besaran diskon 50% dari Tarif Batas Atas (TBA).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengungkapkan rute spesifik yang mendapatkan penurunan harga akan diumumkan pada Kamis (4/7) mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online