Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10)./Antara-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai para pelaku investasi bodong sebagai teroris ekonomi Indonesia, karena banyak mengorbankan masyarakat kecil.
“Kita terus berperang dengan orang-orang seperti itu [pelaku investasi bodong]. Itu teroris ekonomi Indonesia, artinya masyarakat dikorbankan sangat dahsyat. Banyak masyarakat kecil jadi korban, merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat di bawah, untuk penipuan-penipuan berkedok macam-macam,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, katanya seusai pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) 2019, di Auditorium MM UGM, Selasa (15/10).
Menurut dia, ada banyak sekali orang yang tidak bertanggung jawab menawarkan investasi. OJK pun selalu berupaya menindak pelanggaran atau pelaku investasi bodong itu.
Di sisi lain, Hoesen mengatakan edukasi yang kurang dan giuran iming-iming keuntungan yang besar, mengakibatkan kejadian penipuan investasi bodong terus berlangsung.
Ia pun mengimbau ke masyarakat untuk turut berpartisipasi melaporkan jika ada investasi yang mencurigakan tidak perlu menunggu ada kejadian. Selain itu masyarakat dimintanya aktif mencari informasi di web OJK.
“Biasanya mereka menawarkan keuntungan yang tidak rasional. Enggak ada orang dapat duit enggak keringatan, logika realistis enggak ada. Itu pasti hanya iming-iming, gak mungkin,” katanya.
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY mendorong masyarakat untuk menanam saham sebagai salah satu alternatif berinvestasi yang jelas, agar terhindar dari investasi bodong.
Kepala BEI DIY, Irfan Noor Riza mengatakan banyak wahana investasi yang dapat dilakukan masyarakat. Paling sederhana emas, di samping itu bisa juga tanah. “Sebenarnya pasar modal ini alternatif, artinya enggak harus juga, tetapi bisa jadi alternatif wahana investasi,” kata Irfan.
Irfan mengatakan di BEI tidak pernah menjanjikan keuntungan tetap atau besaran tertentu. Jika ada wahana investasi yang menjanjikan keuntungan tertentu secara tetap justru perlu dicurigai. Disayangkannya saat ini masih banyak masyarakat yang ingin mendapatkan sesuatu instan sehingga mudah diiming-imingi keuntungan besar, yang sebenarnya investasi bodong.
Ia menyarankan agar masyarakat tidak mudah percaya dan mengecek tempat yang menawarkan investasi tersebut. Terkadang pula untuk meyakinkan dikatakannya sering membawa tokoh tertentu, yang membuat masyarakat terjebak. Disarankannya agar lebih hati-hati tidak mudah percaya. Selain itu, disarankannya untuk dapat berkonsultasi dengan BEI atau OJK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.