Asita Khawatir Kenaikan Harga Tiket Pesawat Hambat Pertumbuhan Wisata
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Pesawat Lion Air. /Bisnis-Eusebio Chrysnamurti
Harianjogja.com, JOGJA—Lion Air (JT), Wings Air (IW), Batik Air (ID) dan anggota afiliasi member of Lion Air Group menyampaikan penjelasan terkait dengan beredarnya informasi soal penanganan manajemen atas karyawan selama masa pandemi Covid-19.
Lion Air Group saat ini tengah berada di masa sulit dan menantang akibat pandemi Covid-19 yang berdampak luar biasa, termasuk situasi yang penuh ketidakpastian. Tahun ini, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal secara domestik dan internasional. Padahal biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat.
Hal tersebut juga dialami oleh Lion Air Group, keadaan yang terjadi mendorong manajemen perusahaan-perusahan penerbangan mengambil langkah-langkah yang dianggap dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, termasuk tindakan atau kebijakan yang tidak disukai atau yang tidak populis.
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan perusahaan anggota Lion Air Group memutuskan kebijakan-kebijakan yang dinilai dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Untuk itu, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal karena terjadi pembatasan perjalanan, yakni hanya beroperasi 5% dari kapasitas normal sebelumnya rata-rata 1.000 penerbangan per hari, Lion Air Group berkomunikasi dengan mitra-mitra usaha serta memotong pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai persentase bervariasi. “Semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya,” ucap dia melalui siaran pers, Jumat (22/5/2020).
Pandemi Covid-19 juga bertepatan momen Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah, di mana pada kondisi normal manajemen dan karyawan akan menerima tunjangan hari raya (THR). “Karena tidak adanya pemasukan bagi perusahaan, maka perusahaan telah merencanakan dan memutuskan pemberian THR dengan beberapa skenario,” ucap dia.
Pertama, THR hanya diberikan kepada pegawai golongan dengan penghasilan total sama dengan UMR yang mayoritas bekerja sebagai tenaga kebersihan, pengamanan, pengemudi, porter dan staf tertentu. Nilai nominal THR yang diberikan belum sepenuhnya, rencana akan dipenuhi jika operasional normal kembali dan kondisi perusahaan membaik, jumlah penumpang dan jumlah frekuensi penerbangan.
Kedua, pemberian THR kepada kelompok pegawai berpenghasilan menengah seperti mekanik, awak kabin pramugari, pramugara dan staf akan dilaksanakan pada tahap berikut, jika operasional penerbangan sudah normal kembali serta kondisi sudah baik dan stabil.
Ketiga, pemberian THR kepada kelompok pegawai dengan penghasilan tinggi seperti penerbang awak kokpit, pejabat struktural atau manajemen akan diberikan apabila kondisi operasional penerbangan sudah normal dan kondisi sudah sangat baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY menilai kebijakan kenaikan harga tiket pesawat akan menghambat pertumbuhan wisatawan
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.