Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Pegawai memilah cangkang rajungan di pusat pengolahan di Mageleng, Jawa Tengah, untuk diekspor ke pasar internasional, Jumat 4 September 2020. Foto: Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang
Harianjogja.com, SEMARANG--Potensi hasil laut Indonesia tidak diragukan lagi. Salah satunya industri pengolahan rajungan di Jawa Tengah yang berhasil menembus pasar internasional untuk ekspor cangkang rajungan, salah satunya ke Jepang.
Hal itu disampaikan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang saat mengunjungi salah satu industri pengolahan rajungan di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (4/9/2020).
BACA JUGA : Ada Corona, Ekspor Perikanan Lewat DIY Tetap Meningkat
Kepala BKIPM Semarang Raden Gatot Perdana mengatakan cangkang rajungan memiliki banyak manfaat. Salah satunya kaya akan kandungan mineral didalamnya.
"Menurut beberapa penelitian para pakar, cangkang rajungan mempunyai kandungan mineral yang tinggi, terutama kalsium sebesar 19,97 persen dan fosfor 1,81 persen," katanya saat mengunjungi industri pengolahan rajungan Magelang, melalui keterangan resminya.
Ia menerangkan, cangkang rajungan ternyata dapat diolah dan diproduksi kembali untuk berbagai bahan lanjut. Jadi tak heran, beberapa pengusaha melirik peluang usaha ini untuk mendatangkan profit.
BACA JUGA : Ekspor Perikanan di Jawa Tengah Meningkat
"Beberapa manfaat dari cangkang rajungan yaitu sebagai campuran bahan makanan ternak, sebagai bahan alami pengawet makanan dan juga untuk bahan kosmetik," tambahnya.
Menurut data BKIPM Semarang, selama kurun waktu 8 bulan (periode Januari-Agustus 2020) tercatat Sebanyak 10 kali pengiriman dengan tujuan negara Jepang.
"Keseluruhan sebesar 239.000 kg atau senilai Rp.1.442.138.200, produk cangkang rajungan (crab Shell) ini mengisi pasar mancanegara yaitu Jepang," tambahnya.
Sementara itu, pengusaha eksportir cangkang rajungan dari Magelang, Zulkifli mengatakan selama perusahaan yang dikelolanya hanya memanfaatkan daging rajungan untuk di ekspor ke luar negeri. Sehingga menyisakan banyak limbah berupa kulit atau cangkang rajungan.
BACA JUGA : Pemerintah Bolehkan Benur Diekspor, Investor Mulai Incar
Melihat potensi cangkang rajungan tersebut, pihaknya mempunyai ide untuk manfaatkan cangkang rajungan di ekspor ke pasar internasional. "Karena kandungan bahan-bahan alami yang terdapat pada cangkang rajungan menyebabkan produk ini banyak diminati," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.