Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta dan Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad saat mencoba transaksi pembayaran elektronik untuk retribusi masuk kawasan pantai di TPR Pos Baron, Selasa (20/4/2021). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Bank BPD DIY mendukung pengembangan transaksi elektronik di kawasan wisata melalui aplikasi Qris Ultimate Automated Transaction (QUAT). Program ini diharapkan memberikan kemudahan wisatawan untuk bertransaksi saat berkunjung ke kawasan wisata di Gunungkidul dan DIY secara keseluruhan.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, pengembangan transaksi digital merupakan program unggulan yang dimiliki BPD DIY. Pasalnya, melalui aplikasi QUAT, wisatawan bisa melakukan transaksi online untuk pembelian tiket masuk kawasan wisata, hingga pembayaran kuliner dan souvenir.
BACA JUGA : 59 Tahun BPD DIY: Merdekakan Transaksimu dan Bangkitkan
“Dengan program ini akses pembayaran di kawasan wisata semakin mudah dan ada kepastian dalam pembayaran. Keunggulan lainnya, dalam transaksi juga tidak ada pebiayaan sama sekali alias nominal yang dibayar sesuai dengan harga yang tertera,” katanya dalam acara Penandatangan Perjanjian Kerjasama Dinas Pariwisata dan PT BPD DIY tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga yang berlangsung di TPR Pos Baron, Selasa (20/3/2021).
Menurut dia, program QUAT BPD DIY akan terus diperluas karena hingga sekarang baru menyasar ke 40.000 titik. Ditargetkan di akhir tahun nanti ada jaringan sebanyak 140.000 titik yang melakukan kerja sama, baik untuk tiket masuk wisata, tempat kuliner dan souvenir.
“Kalau di Gunungkidul sekarang sudah ada sekitar 2.000 jaringan usaha yang kerja sama dengan BPD DIY,” kata Santoso.
BACA JUGA : Bank BPD DIY Luncurkan Inovasi dan Program Layanan
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti menyambut baik adanya kerja sama dengan BPD DIY. Menurut dia, program ini untuk mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah dari retribusi tiket masuk kawasan wisata.
Asti menjelaskan, untuk langkah awal ada enam lokasi yang bisa melakukan pembayaran secara elektronik. Lokasi ini meliputi TPR Baron, TPR Jalur Jalan Lintas Selatan, Gunung Api Purba Nglanggeran dan Kalisuci. “Untuk dua lainnya meliputi Telaga Jonge dan Gunung Ireng,” kata Asti.
Dia berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan lancar sehingga seluruh destinasi bisa dilakukan transaksi pembayaran secara elektronik. “Ini baru awal karena ada komitmen untuk memperluas kerja sama dalam proses pembayaran secara digital,” katanya.
BACA JUGA : Setahun Pandemi Covid-19, Penyaluran Kredit Bank BPD DIY
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. Menurut dia, program ini merupakan proses transisi dari sistem pembayaran tunai ke nontunai. “Harapannya ada evaluasi untuk memperbaiki segala kendala yang dihadapi di lapangan sehingga program berjalan secara maksimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.