Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo Raih Juara III Nasional BBNKT 2026
Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo meraih Juara III Nasional BBNKT 2026 berkat inovasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengolahan limbah daun teh.
Aktivitas di Bank BPD DIY. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA– Pandemi Covid-19 telah memberi pukulan bagi perekonomian baik regional maupun nasional. Hampir seluruh sektor ikut merasakan dampak dari pandemi. Di tengah kondisi perekonomian yang tidak kondusif tersebut Bank BPD DIY mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja keuangannya.
Pada triwulan I 2021 kinerja keuangan Bank BPD DIY menunjukan kondisi yang lebih baik dibandingkan triwulan I 2020 (year on year). Penyaluran kredit Bank BPD DIY pada Triwulan I menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hal ini terlihat dari total kredit yang telah disalurkan Bank BPD DIY hingga Maret 2021 mencapai Rp9,01 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar 6,47% (year on year) dibandingkan posisi Maret 2020 yang tercatat sebesar Rp8,47 triliun. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2020, penyaluran kredit Bank BPD DIY pada triwulan I 2021 mengalami peningkatan sebesar Rp135,66 miliar atau tumbuh 1,53 %.
BACA JUGA : 59 Tahun BPD DIY: Merdekakan Transaksimu dan Bangkitkan
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit Bank BPD DIY salah satunya di topang oleh sektor UMKM yang terbukti memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Penyaluran kredit kepada sektor UMKM mencapai 48,30% dari total penyaluran kredit produktif Bank BPD DIY dengan nilai sebesar Rp2,076 triliun.
Selain itu, kinerja keuangan Bank BPD DIY secara keseluruhan menunjukkan tren pertumbuhan positif pada triwulan I 2021. “Tak hanya penyaluran kredit, kinerja keuangan lainnya juga menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan I 2021 ini,” katanya dsalam rilis yang diterima, Rabu (21/4/2021).
Lebih lanjut ia menyampaikan, Bank BPD DIY juga mendapat kepercayaan dari Pemerintah dengan penempatan dana sebesar Rp1 triliun dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional. Dana tersebut disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan suku bunga yang ringan.
BACA JUGA : Bank BPD DIY Luncurkan Inovasi dan Program Layanan
“Hingga Maret 2021 Bank BPD DIY telah menyalurkan Kredit PEN sebesar Rp2,44 trilun kepada 15.849 debitur. Dari jumlah tersebut 50 persen disalurkan kepada sektor produktif,” ujarnya.
Pertumbuhan kredit Bank BPD DIY juga diikuti dengan peningkatan kualitas kredit. Hal tersebut terlihat dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang semakin menurun. Rasio NPL Gross Bank BPD DIY pada triwulan I 2021 sebesar 2,05%, lebih baik dari rasio NPL Gross akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar 2,14%.
“Dengan berjalannya program vaksinasi dari Pemerintah, kami optimis kondisi perekonomian akan segera pulih,” ucapnya.
Menanggapi larangan Pemerintah terkait mudik lebaran, Santoso menyampaikan Bank BPD DIY mendukung penuh upaya Pemerintah untuk menghentikan rantai penyebaran Covid-19 dengan harapan berakhirnya pandemi Covid-19 akan memacu pertumbuhan ekonomi.
“Orangnya tidak mudik dulu tidak apa-apa yang penting uang lebaran buat keluarga tetap sampai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo meraih Juara III Nasional BBNKT 2026 berkat inovasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengolahan limbah daun teh.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.