Advertisement
Hotel Tentrem Jogja Sajikan Menu Khas Banjarmasin saat Ramadan
Chef Agus Sasirangan memaparkan menu spesial khas Banjar di Hotel Tentrem Yogyakarta, Jumat (20/2 - 2026). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Advertisement
JOGJA— Momen Ramadan 2026 dimanfaatkan Hotel Tentrem Yogyakarta untuk menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berbeda. Hotel bintang lima di pusat Kota Jogja ini menyuguhkan ragam kuliner khas Banjarmasin melalui kolaborasi spesial bersama Chef Agus Sasirangan pada 20–22 Februari 2026.
Kolaborasi tersebut mengangkat menu autentik Banjar yang diolah menggunakan produk MI BURUNG DARA. Sejumlah hidangan khas Kalimantan Selatan yang jarang ditemui di Yogyakarta dihadirkan sebagai pilihan berbuka puasa, mulai dari Bihun Soto Banjar, Mi Ayam Kandangan, hingga Mi Bancir.
Advertisement

BACA JUGA
Chef Agus menjelaskan, Mi Ayam Kandangan diambil dari nama salah satu daerah di Kalimantan Selatan, sedangkan Mi Bancir memiliki karakter unik karena berada di antara mi goreng dan mi berkuah. “Di Jawa mungkin mirip mi nyemek. Menu ini juga menjadi salah satu andalan di rumah makan saya di Kalimantan Selatan,” ujarnya saat ditemui di Hotel Tentrem, Jumat (20/2/2026).
Tak hanya menu utama, sajian berbuka puasa ini juga dilengkapi hidangan penutup berbahan mi dan bihun yang diolah menjadi makanan manis. Beberapa di antaranya adalah Bihun Putri Kelapa dan Putu Ayu Mi yang tampil dengan cita rasa lembut dan tampilan menarik.

Menurut Chef Agus, mi dipilih karena mudah diterima oleh berbagai kalangan dan hampir menjadi makanan pokok kedua di banyak daerah. Ia menilai Ramadan menjadi momentum tepat untuk menghadirkan masakan tradisional sebagai pengikat nostalgia, terutama bagi masyarakat Banjar yang tinggal di perantauan.
“Banyak warga Banjar di Jogja yang rindu masakan kampung halaman. Lewat kolaborasi ini, mereka bisa melepas rindu tanpa harus pulang,” katanya.
Ia menambahkan, karakter kuliner Banjar dan Yogyakarta memiliki kesamaan, terutama kecenderungan rasa manis, sehingga tidak memerlukan banyak penyesuaian. Perbedaannya terletak pada penggunaan rempah kering khas Banjar seperti kas-kas dan geganti, serta pengaruh budaya luar dalam proses pengolahannya.

Sementara itu, Executive Chef Hotel Tentrem Yogyakarta, Steve Tanudharma, menyebut kolaborasi ini sejalan dengan semangat Ramadan yang mengedepankan kehangatan dan kebersamaan.
“Meski berasal dari wilayah yang berjauhan, kuliner Jogja dan Banjarmasin sama-sama kaya rempah dan kaldu. Karakter rasanya bukan untuk mengejutkan, tetapi menghangatkan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Hotel Tentrem Yogyakarta berharap dapat menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang tidak hanya lezat, tetapi juga memperkaya khazanah kuliner nusantara bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement





