59 Tahun BPD DIY: Merdekakan Transaksimu dan Bangkitkan Usahamu

59 Tahun BPD DIY: Merdekakan Transaksimu dan Bangkitkan UsahamuDirektur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad.
14 Desember 2020 06:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Momentum di usia 59 tahun, Bank BPD DIY terus berkembang, bertransformasi menjadi bank yang melayani transaksi dengan teknologi yang mutakhir, dan membantu bangkitkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menceritakan bagaimana perjalanan panjang BPD DIY yang selalu berupaya memenuhi ekspektasi masyarakat dan kondisi zaman. Dikatakannya bank daerah memang sedikit berbeda dengan bank umum, yang mana bank daerah selain memberikan layanan seperti bank umum, juga mengelola kas daerah sebagai garda terdepan di dalam pelayanan daerah.

Sebagai bank daerah, Santoso menekankan bagaimana mengajak banker profesional dalam kehidupan perbankannya dan memahami pemerintah daerah, visi misi pemerintah daerah agar bisa selaras. “Supaya selaras kita di sini ada pengembangan SDM tentang apa sih itu mengenai kas daerah. Apa sih itu mengenai pengelolaan keuangan pemerintah daerah apa sih itu pembangunan di daerah,” ucap Santoso, Jumat (11/12/2020).

SDM Berkualitas, Teknologi Terkini

Santoso menekankan kata kunci BPD DIY terus berkembang seperti ini adalah SDM. Bagaimana menyiapkan SDM yang unggul sesuai dengan industri perbankan, juga memahami konteks pembangunan daerah. Sehingga bisa bersinergi, dengan perbankan secara umum dan pemerintah daerah.

SDM juga yang menentukan kualitas layanan, arah strategi ke depan seperti apa, termasuk sekarang ini yang baru diupayakan semaksimal mungkin adalah penguasaan teknologi. Dinilainya perbankan ini bisnisnya sudah mulai bergeser, tidak semata-mata bank sebagai lembaga intermediary, antara yang kelebihan dan kekurangan dana dalam bentuk kredit, tapi juga bagaimana bank tersebut menciptakan manfaat.

“Manfaat apa? manfaat lebih pada transaksi, bagaimana bank pembangunan daerah, bertransformasi menjadi bank yang transaction bank, kita momentum sekarang ini, tahun 2020 ke 2021 masuk ke usia 59 tahun, sudah diperkenankan oleh otoritas untuk melakukan transaksi digital. Ini kita bertransformasi ke sana,” ujarnya.

Merdekakan Transaksimu dan Bangkitkan Usahamu

Mengusung semangat Bersama Bangkitkan Jogja, di tengah pandemi Covid-19, dan Merdekakan Transaksimu dan Bangkitkan Usahamu, BPD DIY ingin memberikan layanan yang terbaik dengan pengembangan teknologi digitalnya, dengan dibarengi edukasi ke masyarakat.

Merdekakan Transaksimu di sini diwujudkan dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang keduanya memiliki berbagai keunggulan. Seperti transaksi lebih mudah di mana saja, dan keamanan lebih terjamin. Kemudian Bangkitkan Usahamu, di masa pandemi ini stimulus diberikan agar masyarakat pelaku usaha dapat bangkit. Seperti kredit murah salah satunya.

Momentum saat ini, dinilai Santoso, sangat tepat untuk transformasi ke digital itu. Wujud nyata dari BPD DIY yaitu dengan mobile banking BPD DIY yang semakin mutakhir dan di-launching-nya QUAT atau QRIS Ultimate Automated Transaction, beberapa waktu lalu.  QUAT dari BPD DIY merupakan aplikasi QRIS Merchant yang disediakan BPD DIY untuk transaksi non tunai merchant (UMKM), juga memiliki banyak keunggulan, mulai dari transaksi real time, dana langsung masuk ke rekening, UMKM punya catatan penjualan atau omzet, serta kemudahan dalam pengajuan kredit. Keunggulan lainnya tanpa biaya administrasi, pendaftaran mudah, praktis digunakan, serta dapat bertransaksi untuk semua penyedia jasa.

 

“Ekspektasi nasabah kita implementasikan, wujudkan dengan menghadirkan salah satu sistem pembayaran, alat pembayaran yang memudahkan mereka. Kalau mereka bertransaksi mudah, kaitannya dengan bank pembangunan daerah memberi stimulus kredit lunak. Insyaallah ekonomi DIY akan tumbuh. Transaksi mudah, pembiayaan murah, ekonomi gumregah,” ucapnya.

Tidak hanya dalam transaksi jual beli, atau transaksi lainnya. Teknologi digital yang dikembangkan BPD DIY juga telah memudahkan setiap orang yang ingin bersedekah.

Terus Tumbuh, Torehkan Berbagai Penghargaan

Bank BPD DIY juga terus tumbuh, meski saat ini di masa-masa sulit pandemi Covid-19. Dari segi Aset BPD DIY pada November 2020 tercatat sebesar Rp15.367 miliar, nilai aset tersebut tumbuh sebesar 19,92% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya  yang tercatat Rp12.814 miliar. Kemudian dari Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh dari yang November 2019 sebesar Rp9.894 miliar, tumbuh 26,35% (yoy) atau menjadi Rp12.501 miliar pada November 2020. Kemudian, penyaluran kredit juga meningkat, dari yang Rp8.383 miliar menjadi Rp8.775 miliar atau meningkat 4,67%.

Sejumlah pencapaian juga ditorehkan Bank BPD DIY di 2020 ini, seperti Bank With Predicate “Excellent” TOP BUMD – Infobank & Asian Post Award 2020, lalu 4th The Best-Indonesian Sales Marketing Award IV 200, kemudian 1st The Best-Corporate Secretary & Corporate Communication Award 2020, selain itu juga Bank Berpredikat “Sangat Sehat”- Indonesia Best Bank Award 2020, The Best Asset Quality Sharia Business Unit Commercial Bank 2020 – Infobank Sharia Award 2020, serta sejumlah penghargaan lainnya.

Santoso berharap di usia 59 tahun Bank BPD DIY dapat terus hadir di setiap kehidupan transaksi masyarakat dengan sarana transaksi berupa teknologi, baik mobile banking maupun QRIS. “Kemudian setelah itu harapan kita BPD DIY mampu menghadirkan produk-produk pembiayaan murah, agar punya daya ungkit untuk pertumbuhan perekonomian DIY, di mana UMKM menjadi mitra kita. Kemudian di internal kami memperkuat sisi kelembagaan kita, SDM, capacity building kami tingkatkan supaya bisa paling tidak memenuhi ekspektasi masyarakat dengan kondisi zamannya,” ucap Santoso.