Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.933 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.933 per dolar AS pada Kamis 11 Juni 2026. Pasar menanti data inflasi AS dan penjualan ritel Indonesia.
Tony Fernandes/Reuters-Vivek Prakash
Harianjogja.com, JAKARTA - AirAsia mulai menjadi pesaing Grab dan Gojek seusai meluncurkan bisnis ride hailing.
CEO AirAsia Tony Fernandes memperkenalkan layanan jasa taksi online yang diberi nama AirAsia Ride melalui akun resmi Instagramnya. Layanan yang serupa dengan Grab dan Gojek ini bisa dipesan melalui melalui aplikasi super apps AirAsia.
"Cheapest and Best ride you’ll ever experience. Book a ride now .super easy," tulis akun @tonyfernandes yang dikutip, Jumat (27/8/2021).
Dia menuturkan layanan ini baru hadir di Malaysia. Namun dia juga berencana menghadirkan layanan serupa ke beberapa negara seperti Thailand, Filipina, Singapura, termasuk Indonesia.
Untuk layanan di Malaysia, saat ini sudah terdapat sekitar 1.500 pengemudi AirAsia Ride yang sudah beroperasi dan terdapat sekitar 5.000 pengemudi lain yang siap dikerahkan enam bulan kedepan.
Lebih lanjut AirAsia mematok tarif perjalanan sebesar 1 Ringgit per km atau setara dengan Rp3.500. Tarif ini belum termasuk biaya tol. Selain memesan lewat aplikasi, pelanggan juga bisa mendatangi langsung para pengemudi (real-time).
Menariknya, AirAsia menawarkan kode promo potongan harga sebesar 3 Ringgit untuk perjalanan pertama menggunakan AirAsia Ride. Promo berlaku mulai 24 Agustus 2021 sampai dengan 30 September 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
CKG Lansia digelar tiap tiga bulan di 45 kelurahan Kota Jogja untuk mendeteksi dini penyakit dan memperkuat kesehatan lansia.
MK menggelar sidang pengucapan putusan atau ketetapan 17 perkara pada Jumat pukul 14.00 WIB, termasuk uji KUHP dan UU Polri.
BPH Migas menyebut distribusi B50 sejak 1 Juli 2026 berjalan lancar dan kendaraan dapat menggunakannya secara normal.
Studi Formasi Nanggulan di Kulonprogo mengungkap keunikan batuan endapan badai purba yang menarik untuk terus diteliti.
DPRD Kulonprogo mendorong pemutakhiran data desil secara berkala dengan melibatkan kalurahan dan verifikasi langsung di lapangan.