Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.933 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data AS
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA—Nilai tukar rupiah memulai perdagangan Kamis (11/6/2026) di zona merah. Mata uang Garuda dibuka melemah tipis ke level Rp17.933 per dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati sejumlah sentimen global dan domestik.
Pergerakan rupiah terjadi bersamaan dengan fluktuasi mata uang di kawasan Asia. Sejumlah mata uang tercatat menguat terhadap dolar AS, sementara lainnya justru mengalami pelemahan pada awal perdagangan hari ini.
Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah dibuka turun 4 poin atau 0,02% dibandingkan posisi sebelumnya sehingga berada di level Rp17.933 per dolar AS.
Di kawasan Asia, yuan China menguat 0,01%, dolar Hong Kong naik 0,01%, dan yen Jepang menguat 0,04%. Sementara itu, won Korea Selatan melemah 0,14%, baht Thailand turun 0,03%, serta dolar Taiwan terkoreksi 0,09%. Adapun dolar Singapura tercatat menguat 0,07%.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah sebelumnya mendapat dorongan dari meningkatnya optimisme pasar terhadap kebijakan Bank Indonesia (BI) yang masih membuka peluang penyesuaian suku bunga acuan.
BACA JUGA
Selain faktor kebijakan moneter, keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax juga dipandang memberikan sentimen positif terhadap stabilitas nilai tukar. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi membantu menjaga keseimbangan eksternal dan memperkuat kondisi makroekonomi nasional.
Meski demikian, pasar masih dibayangi sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah rupiah. Salah satunya adalah perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah yang dapat berdampak pada pergerakan harga minyak dunia dan sentimen investor global.
Di sisi lain, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS. Dari dalam negeri, investor masih menunggu publikasi data penjualan ritel April 2026 sebagai salah satu indikator aktivitas ekonomi nasional.
"Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.900-Rp18.000 pada perdagangan Kamis [11/6/2026]," ujar Lukman.
Pergerakan rupiah pada hari ini menjadi perhatian pelaku pasar keuangan karena mencerminkan respons terhadap kombinasi sentimen global, kebijakan moneter, serta indikator ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data inflasi AS dan penjualan ritel Indonesia diperkirakan menjadi faktor yang turut memengaruhi arah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang sesi perdagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Share