Marak di Medsos, OJK Larang Praktik Jual Beli Rekening Bank, Beresiko
OJK mengingatkan praktik jual beli rekening bank merupakan tindakan ilegal dan berisiko tinggi karena berpotensi digunakan untuk penipuan dan pencucian uang.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/8/2021). Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen./ANTARA FOTO-Abriawan Abhe
Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyebut perekonomian Indonesia terus menunjukkan resiliensi di tengah gejolak global.
"Selain menjadi salah satu dari sedikit negara yang dapat mengembalikan output ke level prapandemi sejak 2021, kinerja ekonomi domestik di tahun ini juga terus menguat antara lain didukung situasi pandemi yang terus terkendali," kata Febrio melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/6/2022).
Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) June 2022 memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan melambat signifikan dari 5,7 persen di 2021 menjadi hanya 2,9 persen di 2022, lantaran eskalasi berbagai risiko.
Proyeksi di 2022 tersebut turun signifikan sebanyak 1,2 poin persentase (pp) dari proyeksi sebelumnya di Januari.
Langkah serupa juga dilakukan oleh beberapa lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global sebanyak 0,8 pp pada April lalu.
Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh Bank Dunia terjadi secara luas di berbagai negara, baik kelompok negara maju maupun berkembang.
Di Zona Eropa misalnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 mengalami revisi ke bawah sebanyak 1,7 pp, dari 4,2 persen menjadi 2,5 persen. Kemudian, ada Rusia yang diproyeksi bakal mengalami kontraksi 8,9 persen atau turun sangat dalam 11,3 pp dari prediksi sebelumnya.
Sementara itu, dua perekonomian terbesar dunia, AS dan Tiongkok, turut mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan untuk 2022, dimana masing-masing turun 1,2 pp dan 0,8 pp.
Di kelompok negara berkembang, India, Meksiko dan Thailand juga mengalami penurunan proyeksi yang cukup signifikan yakni 1,2 pp, 1,3 pp dan 1,0 pp.
Di antara negara-negara tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang paling resilien. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di tingkat 5,1 persen pada 2022 atau turun 0,1 pp dari proyeksi sebelumnya.
Bank Dunia menyampaikan, perekonomian Indonesia akan mendapat dorongan dari kenaikan harga komoditas.
"Proyeksi ini masih berada dalam kisaran outlook Pemerintah yakni 4,8 persen hingga 5,5 persen," pungkas Febrio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OJK mengingatkan praktik jual beli rekening bank merupakan tindakan ilegal dan berisiko tinggi karena berpotensi digunakan untuk penipuan dan pencucian uang.
Wamenkomdigi Nezar Patria menegaskan layanan digital pemerintah wajib ramah disabilitas agar seluruh warga mendapat akses informasi publik.
Pertamina mencatat konsumsi Pertalite dan Biosolar naik setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, sementara penjualan Pertamax Series turun 18%.
Menhut Raja Juli Antoni mendorong perdagangan karbon sebagai sumber investasi swasta untuk penanaman dan restorasi hutan.
Sebanyak 60 siswa asal Temanggung akan mengikuti Sekolah Rakyat di Wonosobo karena gedung permanen di Temanggung belum selesai dibangun.
Kaspersky mengungkap promosi judi online kini memanfaatkan bot, akun media sosial palsu, dan spam komentar sehingga lebih sulit dideteksi.