Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Salah satu produk Booktanical./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA--Berkembangnya variasi mainan edukasi untuk anak-anak membuat perempuan beranama Ayunda Harahap ini tertarik masuk ke dunia bisnis. Lewat brand Booktanical, ibu dua anak ini membuat busy book dan mainan edukasi lainnya.
Busy book atau disebut juga sebagai quiet book merupakan mainan edukasi yang terbuat dari kain, biasanya kain flanel. Kain itu dibentuk menjadi sebuah buku dengan warna-warni cerah dan berisi aktivitas permainan sederhana untuk anak balita.
Sebagai ibu yang gemar membuat kerajinan tangan, Ayunda pun terpikir untuk membuat sendiri busy book untuk anaknya yang kala itu berusia tiga tahun. Sebab, saat itu dia merasa busy book belum populer di Indonesia sehingga belum banyak yang menjual.
"Saat itu sekitar 2017, saya cari kegiatan apa yang bisa saya hadirkan buat anak di rumah. Saya akhirnya tahu busy book dari Pinterest, saya tertarik bikin karena kelihatannya awet," kata Ayunda kepada Harianjogja.com, Selasa (28/6/2022).
BACA JUGA: Ingin Merayakan Pernikahan nan Sakral namun Tetap Elegan? Hotel Ini Punya Solusinya
Anak lelakinya saat itu memang tengah berada di fase senang bermain dan rasa penasarannya tinggi. Dia pun membuatkannya busy book dengan aktivitas permainan sederhana di dalamnya, seperti mengancing, menutup risleting, hingga menempel karakter.
Sebelumnya, Ayunda sudah memberikan berbagi buku dan mainan anak lainnya kepada putranya. Namun, tidak dimungkiri dia membutuhkan variasi aktivitas lainnya.

Dia juga tertarik dengan busy book ini lantaran bisa awet dijadikan mainan. "Dibandingkan buku kertas biasa, busy book kan lebih awet, enggak gampang robek. Kalau basah air liur, bisa dicuci. Aktivitasnya juga bagus untuk anak," ucap dia.
Setelah membuat sendiri busy book untuk anaknya, rupanya banyak yang tertarik. Dia pun memutuskan pembuatan busy book ini jadi bisnis.
Kini, perempuan yang juga berprofesi sebagai dokter gigi ini dibantu sejumlah crafter atau pengrajin untuk mengerjakan pesanan busy book. Bahkan, kini produk Booktanical sudah beragam.
Motorik
Lewat Booktanical, Ayunda ingin menyuguhkan berbagai mainan edukasi anak yang bisa membantu tumbuh kembang anak. Ia membuat busy book memiliki berbagai aktivitas yang seru untuk anak.
"Targetnya untuk anak usia 1-5 tahun. Jadi di mainan yang terbuat dari flanel handmade itu, kegiatannya bisa disesuaikan dengan usia anak," kata dia.
Misalnya, pilihan aktivitas mengancing, menarik ritsleting, menali sepatu, hingga menempelkan velpro untuk anak usia mulai dari setahun. Kemudian, usia di atasnya bisa disuguhkan dengan busy book yang tingkat aktivitasnya lebih tinggi, seperti mengeja maupun berhitung.
Selain busy book yang berbentuk buku, Ayunda juga membuat mainan edukasi dalam bentuk lainnya. Seperti busy cube yang berbentuk kubus dan busy mat yang berbentuk papan permainan. Semuanya berbahan dari flanel yang dikerjakan manual teknik jahit sederhana.
"Memang tujuannya untuk melatih motorik halus dari tangan anak. Mungkin bagi kita sederhana, tetapi bagi tangan kecil mereka untuk narik velcro aja butuh perjuangan. Dan itu perlu dilatih untuk kesabaran mereka, fokusnya, bisa nggak mereka bertahan menyelesaikan tantangan itu," ujar dia.
Dalam satu busy book, biasanya Ayunda membuat empat halaman dengan beragam aktivitas. Harganya mulai dari Rp80.000. Jika ada pemesan yang menghendaki custom dengan halaman lebih banyak maupun aktivitas lebih rumit, maka harganya bisa lebih tinggi.
Dalam sebulan, Booktanical rata-rata menjual 20 busy book. Selain menjual busy book yang sudah ready stock, Ayunda juga menerima custom busy book.
BACA JUGA: Layanan Validasi & Verifikasi Gas Rumah Kaca Dibuka di DIY
Biasanya, pelanggannya datang dari kalangan ibu-ibu yang tengah memiliki anak kecil. Ayunda mengungkapkan mereka biasanya akan membelikan busy book untuk anaknya sebagai hadiah ulang tahun.
Selain itu, banyak pula pelanggan Booktanical yang memesan untuk dijadikan hamper atau bingkisan bagi kawannya yang baru saja melahirkan. Ayunda pun menawarkan paket hampers yang berisi buka cerita anak, buku parenting, serta busy book.
"Pelanggannya nggak cuma dari Jogja, banyak juga dari luar Jawa. Bahkan beberapa kali pernah kirim ke Singapura," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Jangan sembarangan menaruh HP. Kebiasaan ini bisa membuat baterai cepat rusak, HP overheat, hingga performa menurun drastis.
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.