7 Kapal Tenggelam di Gilimanuk, Truk ODOL Kembali Disorot
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan. (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)
Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya usaha mikro, untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk gangguan yang mereka alami saat menjalankan usaha.
Langkah ini diambil untuk memastikan iklim usaha tetap kondusif dan mendukung pertumbuhan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menegaskan bahwa kepastian usaha merupakan hal utama yang diinginkan pelaku usaha.
“Bagi pelaku usaha secara umum, yang mereka inginkan itu sebenarnya sudah lah, jangan diutak-atik usaha saya. Ini tiba-tiba 17 Agustus datang proposal, yang seperti ini nih yang bikin repot,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Pungli dan Tekanan Jadi Masalah Serius
Iqbal menyoroti masih adanya gangguan berupa tekanan maupun pungutan liar (pungli) yang kerap dialami pelaku usaha kecil, seperti pemilik toko kelontong dan usaha mikro lainnya.
Praktik semacam ini dinilai tidak hanya meresahkan, tetapi juga menghambat perkembangan usaha yang baru mulai tumbuh.
“Bagaimana usaha mikro kita bisa tumbuh dalam mengembangkan usahanya, baru maju sedikit sudah terganggu,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meminimalkan gangguan tersebut dan menciptakan lingkungan usaha yang sehat.
Instruksi Presiden: Laporkan dan Sebarkan
Arahan tegas juga datang dari Prabowo Subianto yang meminta masyarakat aktif melaporkan berbagai bentuk pelanggaran yang merugikan pelaku usaha.
Menurut Iqbal, laporan bisa dilakukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial agar segera ditindaklanjuti.
“Silakan kami mendorong dan mengimbau kepada kita semua untuk ayo kita menyadarkan diri kita, ini enggak benar nih. Potret, rekam, sebarkan,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada oknum yang melakukan praktik ilegal sekaligus meningkatkan kesadaran publik.
Perkuat Ekosistem Usaha Sehat
Pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor guna melindungi pelaku usaha mikro dari hambatan yang tidak semestinya.
Dengan dukungan regulasi, pengawasan, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan ekosistem usaha di Indonesia semakin sehat dan kompetitif.
Bagi pelaku UMKM, keberanian untuk melaporkan gangguan menjadi langkah penting agar usaha dapat berkembang tanpa tekanan, sekaligus menciptakan iklim bisnis yang adil bagi semua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.