Pemda DIY Hentikan Sementara Menu MBG yang Diduga Bermasalah
Pemda DIY menghentikan sementara menu MBG yang diduga memicu gangguan kesehatan puluhan siswa di Kulonprogo. Investigasi dan pengujian sampel makanan masih berl
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—Bank BPD DIY Syariah mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah telah mencapai Rp21,5 miliar, dari plafon KUR Syariah 2023 di angka Rp100 miliar.
Pemimpin PT Bank BPD DIY Cabang Syariah, Hasib Sunarso menjelaskan masih ada Rp78,5 miliar akses KUR yang bisa diakses masyarakat. Bagi masyarakat yang mau mengajukan pinjaman KUR agar bisa segera mengurus. Berkaca dari tahun lalu, kuota sudah habis pada semester pertama, sementara peminat baru baru datang pada akhir tahun.
BACA JUGA : Sukses Bisnis Bersama KUR Syariah Pegadaian
"KUR kami plafon Rp100 miliar, dua bulan jalan sudah tersalurkan Rp21,5 miliar. Kalau ajukan pembiayaan KUR silahkan saja, takutnya seperti tahun lalu kuota habis peminat datang," ucapnya di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Jumat (14/4/2023).
Bagi masyarakat yang mau mengakses produk KUR bisa datang langsung ke kantor layanan yang tersebar di beberapa lokasi. Ada tiga skema pembiayaan KUR super mikro sampai Rp10 juta, skema mikro Rp10-100 juta, dan skema kecil di atas Rp100-500 juta.
"Syaratnya mudah sekali dengan identitas diri dan lainnya. Kami siap membantu mengarahkan."
Lebih lanjut dia menyampaikan KUR Syariah secara prinsip menggarisbawahi transparansi dan menghindari spekulasi. Beberapa produk BPD menurutnya sudah mengakomodir transparansi misalnya penggunaan produk digital. Transaksi menggunakan m-banking, QRIS semua tercatat.
BACA JUGA : Catat! Mulai Juli Pegadaian Tawarkan KUR Syariah
"Selalu melakukan pembiayaan dengan menghindari spekulasi, ini prinsip teman-teman syariah. Kemudian prinsip transparansi dan melakukan pencatatan."
Kepala OJK DIY, Parjiman mengatakan tingkat literasi keuangan syariah masih rendah, yakni baru 9,14 persen dan inklusinya 12,12 persen secara nasional. Masyarakat belum memahami karakteristik produk dan layanan jasa keuangan yang ditawarkan oleh jasa layanan keuangan konvensional dan syariah.
Lebih lanjut dia menyampaikan, berdasarkan survei, literasi dan keuangan syariah lebih rendah dari inklusi dan literasi secara umum. Fenomena ini mencerminkan kondisi pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku masyarakat Indonesia terkait keuangan syariah secara umum masih rendah.
"OJK telah menyusun road map untuk mendorong indeks literasi dan inklusi keuangan 2021-2025 salah satu segmen yang disasar adalah UMKM sebagai sasaran prioritas. Perempuan jadi salah satu prioritas inklusi keuangan 2023," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY menghentikan sementara menu MBG yang diduga memicu gangguan kesehatan puluhan siswa di Kulonprogo. Investigasi dan pengujian sampel makanan masih berl
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.