Kustomfest 2026 Gelar Charity Riding untuk Korban Kebakaran Hutan
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Ilustrasi inflasi/ekonomi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DIY memproyeksikan inflasi secara bulanan akan naik di kisaran 0,25-0,70 persen month to month (mtm), dari bulan Maret lalu 0,60%. Kepala BI DIY, Budiharto Setyawan mengharapkan agar tidak sampai 0,70%.
"Range inflasi 0,25-0,70 persen [mtm] kami harap jangan sampai 0,70," katanya ditemui di Kantor BI, Kamis (27/4/2023).
Dia menjelaskan di momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) secara siklus memang akan terjadi kenaikan harga. Baik barang, jasa, hingga tiket karena permintaan melonjak.
BACA JUGA: Libur Lebaran di Jogja Sekarang Lebih Sepi, Dinas Pariwisata Evaluasi
Harga pangan berdasarkan pemantauan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di seluruh Kabupaten/Kota relatif stabil. Diharapkan inflasi bulan ini tidak terlalu tinggi.
"Pengumuman tanggal 2 dari BPS, misalnya naik karena tadi ada dari sisi transportasi naik, dari sisi jasa naik, kami harap ada imbangannya dari sisi komoditas pangan strategis tidak terlalu tinggi. Jadi kalau terjadi inflasi juga kami harap gak terlalu tinggi," jelasnya.
Sementara itu, Kaprodi S3 Ilmu Ekonomi FEB UGM, Catur Sugiyanto menyampaikan sumber inflasi khususnya yang berasal dari makanan, minuman, transportasi dan jasa-jasa pribadi masih dalam batas wajar. Justru akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi.
"Naiknya harga terutama disebabkan oleh naiknya permintaan. Apabila produksi barang-barang ini lancar, maka justru pertumbuhan akan terjadi di sektor makanan, minuman, transportasi dan jasa-jasa pribadi," ungkapnya.
Kenaikan konsumsi saat puasa dan datangnya wisatawan nusantara saat libur Lebaran menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di DIY. Diperkirakan kondisi ini tidak hanya berlangsung sesaat.
Sebab Juni, Juli, Agustus memasuki masa liburan, ujian masuk sekolah dan perguruan tinggi. Masa ini akan mendorong datangnya wisatawan nusantara, dimana sebagian karena kebutuhan pendidikan.
"Sementara wisatawan mancanegara diprediksi semakin banyak mengingat masa libur summer di Eropa dan Amerika. Oleh karena itu, sektor hotel, restoran, makanan, jasa pribadi [salon, rekreasi, dan sebagainya] mestinya bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi DIY [yang juga sumber inflasi]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kustomfest 2026 di Jogja hadir 10-11 Oktober dengan charity riding, dukungan pendidikan anak, musik, kuliner, dan tema High Octane.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.