Menguap Ternyata Membantu Membersihkan dan Mengatur Cairan Otak
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Petugas mensterilkan tabung LPG untuk mencegah penyebaran Covid-19 belum lamaa ini./ Ist/Pertamina MOR IV
Harianjogja.com, EKBIS—PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat terjadi peningkatan konsumsi Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di DIY saat libur lebaran.
Khusus untuk LPG puncak peningkatan konsumsi terjadi pada 20 April 2023 atau H-2 lebaran Idul Fitri. Sementara puncak konsumsi BBM terjadi pada 25 April 2023.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho menyampaikan, peningkatan konsumsi LPG paling tinggi terjadi di Kulonprogo dan terendah di Kota Jogja secara persentase.
Secara rinci konsumsi rata-rata normal di Kulonprogo adalah 62 metrik ton (MT) per hari naik menjadi 68 MT per hari atau meningkat 9,6%. Disusul Bantul dengan rata-rata harian 129 MT per hari menjadi 140 MT per hari atau naik 7,8%. Gunungkidul konsumsi rata-rata harian 57 MT per hari naik menjadi 61 MT per hari atau 7,1%. Lalu Sleman dari konsumsi rata-rata harian 167 MT per hari menjadi 178 MT per hari atau naik 6,7%.
"Terakhir untuk Kota Jogja, konsumsi rata-rata harian 100 MT per hari, menjadi 102 MT per hari, naik 1,9 persen," ucapnya, Minggu (30/4/2023).
Sementara itu untuk konsumsi BBM, peningkatan terjadi pada gasoline atau bensin. Sementara gasoil atau solar konsumsinya justru turun. Puncak konsumsi BBM terjadi pada 25 April 2023 di mana peningkatan tertinggi secara persentase terjadi di Kulonprogo dan terendah di Kota Jogja.
Konsumsi bensin rata-rata harian di Kulonprogo 182 kilo liter (KL) per hari pada puncak konsumsi naik menjadi 326 KL per hari atau 79,60%. Lalu di Gunungkidul rata-rata harian 203 KL per hari, meningkat jadi 316 KL per hari atau naik 55,6%. Disusul Bantul dengan konsumsi rata-rata harian 427 KL per hari menjadi 486 KL per hari atau naik 13,8%.
Kenaikan di Sleman secara persentase tidak signifikan hanya 9% dari posisi harian rata-rata 732 KL per hari menjadi 798 KL per hari. Kota Jogja rata-rata harian 253 KL per hari naik sangat tipis menjadi 256 KL per hari atau 1% saja. "Iya [konsumsi gas oil turun] berarti lebih banyak yang isi di daerah satelit Kota Jogja."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa menguap membantu mengatur cairan otak, menjaga suhu tubuh, hingga mendukung pembuangan limbah metabolisme.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.