Ekspor DIY Masih Tangguh Meski Tertekan Ekonomi Global
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) menekankan agar inklusi keuangan tidak hanya berhenti pada kepemilikan rekening.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan perlu ada tindak lanjut setelah tahap kepemilikan rekening. Tetapi hendaknya juga menyentuh soal pemanfaatan rekening untuk memenuhi kebutuhan modal usaha serta mengakses produk dan layanan dari lembaga keuangan formal secara adil dan berkelanjutan.
"Artinya bicara inklusi keuangan ini juga termasuk inklusi ekonomi. Jadi bukan hanya financial inclusion," kata dia, beberapa hari lalu.
Dia menjelaskan, berdasarkan data dari global financial index, terjadi peningkatan kepemilikan rekening baik di negara berkembang dan negara berpenghasilan tinggi.
Akan tetapi di negara berkembang perempuan dan anak muda masih lebih rendah dari laki-laki. Sementara di negara berpenghasilan tinggi, perempuan sedikit lebih unggul dari laki-laki. "Ini menjadi topik yang hangat," kata dia.
Menanggapi topik hangat tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menyampaikan sudah banyak inisiatif untuk mengembangkan perempuan. Tetapi mestinya berbasis program bukan berbasis event.
BACA JUGA: Duh, Banyak Masyarakat Gunakan Produk Keuangan Tapi Belum Paham
Menurutnya di OJK ada program literasi digital untuk perempuan. Pasalnya, terkadang masyarakat memilih pinjam ke bank digital seperti Allobank, sementara ke BPD justru takut.
Mereka beranggapan pinjaman secara online tidak akan dicari berkaitan dengan angsuran. Padahal malah lebih bahaya lagi.
Di sisi lain saat ini masyarakat juga terus didorong untuk berperilaku konsumtif dengan adanya paylater.
Jika sampai terjadi kredit macet Rp100.000-Rp300.000 saja misalnya, akan jadi kendala saat mengajukan kredit KUR rumah pertama. "Orang didorong konsumtif, bank tadinya mau kasih KUR loan rumah pertama tapi kesangkut di slip, misalnya macet."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.