Kabar Baik! Pengangguran di Jogja Turun, Ini Data Terbarunya
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—BPS DIY mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2023 adalah sebesar 11,04%. Jika dibandingkan dengan September 2022, persentase penduduk miskin di DIY mengalami penurunan 0,45% dan jika dibandingkan Maret 2022 angkanya turun 0,30% di mana pada Maret 2022, sebesar 11,34%.
Kabar gembiranya lagi adalah garis kemiskinan (GK) DIY juga diklaim naik pada Maret 2023, yakni sebesar Rp573.022 per kapita per bulan atau meningkat 3,93% dibandingkan dengan September yang besarannya Rp551.342 per kapita per bulan. Bahkan jika dibandingkan dengan rerata GK secara nasional, GK DIY lebih tinggi.
BACA JUGA: Ribuan Warga Miskin Ekstrem di Kota Jogja Diduga Kebanyakan Lansia
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan Garis kemiskinan makanan tercatat Rp414.480 per kapita per bulan. Sedangkan nonmakanan Rp158.542 per kapita per bulan.
Sementara jika dinotasikan dalam persentase, garis kemiskinan DIY Maret 2023 sebesar 72,33% adalah dari garis kemiskinan makanan, dan 27,67% adalah garis kemiskinan bukan makanan.
Garis kemiskinan berdasarkan rumah tangga miskin DIY perkapita perbulan Rp573.022 rupiah per kapita. Rata-rata satu rumah tangga miskin di DIY ini memiliki sekitar 4,32 anggota rumah tangga. "Sehingga kalau garis kemiskinan ini kami setarakan per rumah tangga berkisar pada Rp2.475.455 per rumah tangga," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.