Harga Tembaga Tembus U$10.000 per Ton
harga tembaga ditutup naik 1% menjadi U$10.013 per ton di LME pada pukul 17:50 waktu setempat pada Rabu (10/9/2025) kemarin. Semua logam lainnya juga tercatat.
Sejumlah karyawan tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Rachman
Bisnis.com, JAKARTA—Situasi yang kontradiktif membuat posisi Indonesia tak aman. Permintaan global akan tekstil dan produk tekstil (TPT) yang melemah serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menguat jadi persoalan. Sebab negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa justru menyasar negara seperti Indonesia sebagai sasaran TPT.
Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan dengan kondisi pelemahan daya beli di negara-negara tersebut akibat inflasi yang tak terbendung, menjadikan Indonesia sasaran empuk sebagai pangsa pasar produk TPT.
Dalam kondisi ini, pemerintah dan pelaku usaha perlu bersinergi untuk menjaga pasar domestik agar tidak dibanjiri produk asing. Apalagi mengingat pertumbuhan ekonomi Indonesia menguat 5,17 persen (year-on-year/yoy).
"Kita harus jaga jangan sampai GDP yang baik ini akhirnya juga ikut turun karena negara-negara pesaing produsen tekstil lainnya itu membidik market Indonesia," kata Jemmy saat ditemui di Purwakarta, dikutip Jumat (22/9/2023).
Dia menerangkan pasar tekstil global sedang dalam keadaan terpuruk seiring dengan daya beli dari pangsa pasar yang semakin mengecil. Apalagi, negara-negara maju seperti AS saat ini tengah dihadang inflasi yang cukup tinggi yakni 3,7 persen yoy pada Agustus 2023.
Indonesia disebut merupakan pangsa pasar potensial mengingat populasinya yang mencapai 270 juta penduduk dan merupakan populasi terbesar ke-4 di dunia. Kendati demikian, posisi industri tekstil dalam negeri pun belum berada di zona aman.
Sebab, masih ada oknum yang melakukan impor ilegal sehingga membuat pasar tekstil domestik dibanjiri produk asing. Hal ini menyebabkan kinerja industri TPT yang terus menurun sejak kuartal ketiga tahun 2022.
"Kita merasakan penurunan mulai Q3 tahun 2022. Pemulihan belum dirasakan," imbuhnya.
Baca juga: 5 Pabrik Tekstil Bakal Tutup, 12.000 Karyawan Terancam Di-PHK
Di sisi lain, Jemmy memproyeksikan pemulihan industri TPT dapat terlihat ketika ekonomi AS kembali pulih, sehingga pertumbuhan ekonomi negara-negara lain dapat terdongkrak.
"Amerika pulih dulu baru akan membawa ke negara-negara lainnya. Sebelum daya beli Amerika naik kembali, mungkin kondisi kita akan seperti ini saja," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
harga tembaga ditutup naik 1% menjadi U$10.013 per ton di LME pada pukul 17:50 waktu setempat pada Rabu (10/9/2025) kemarin. Semua logam lainnya juga tercatat.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.