Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Industri tekstil./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Pelaku industri tekstil mengaku produk impor semakin deras sehingga mengancam keberlangsungan usaha dan menjamurnya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.
Bahkan, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengklaim utilitas pabrik kini rata-rata hanya sekitar 50% yang memaksa para pelaku industri melakukan berbagai efisiensi, termasuk pemangkasan jumlah pekerja.
API memproyeksikan akan terjadi gelombang PHK pada kuartal III/2023. Asosiasi memperkirakan sebanyak 12.000 pekerja bakal kehilangan pekerjaan dari sektor tekstil.
Sekretaris API, Danang Girindrawardana menuturkan sebanyak 12.000 pekerja tersebut berasal dari perusahaan-perusahaan di sektor hulu dan hilir industri tekstil dan produk tekstil (TPT). “Sebanyak 12.000 itu potensi yang bisa terjadi di sektor hulu dan hilir TPT,” tutur Danang, Rabu (21/6/2023).
BACA JUGA: Uber PHK 200 Karyawannya
Dia menjelaskan jumlah PHK itu berasal dari lima pabrik yang bakal menutup usaha. Sayangnya, dia tidak membeberkan identitas kelima perusahaan yang berpotensi memangkas karyawannya pada kuartal III/2023 tersebut.
Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sebagai salah satu mata rantai industri tekstil, pabrik garmen telah memangkas 79.316 pekerja sepanjang periode Januari sampai awal November 2022.
Lebih lanjut Danang menjelaskan, API melihat adanya potensi badai PHK di kuartal III/2023 ini terjadi jika permintaan dari pasar domestik masih anjlok disebabkan oleh banjir impor dari luar negeri hingga empat bulan ke depan.
Terlebih, menurutnya, pemerintah dalam belum memiliki inisiatif kebijakan memproteksi pasar domestik. “Jika selama hari ini sampai empat bulan ke depan, barang barang TPT dan garmen dari luar terus menerus membanjiri pasar domestik, tanpa kontrol dari pemerintah dan penegak hukum,” tambah Danang.
Senada, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa Sastraatmadja menuturkan sebanyak 70% hasil produksi industri TPT dalam negeri akan dipasarkan di pasar domestik.
Dengan begitu banjir impor ini cukup membuat sektor tekstil terpuruk. “Apalagi saat ini industri TPT juga tidak dapat berharap banyak pada permintaan luar negeri, akibat perekonomian negara tujuan sektor tekstil seperti Amerika Serikat dan Eropa yang masih terpuruk imbas perang Rusia-Ukraina.”
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Sapi simmental berbobot 1 ton asal Gedangsari, Gunungkidul, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk kurban tahun ini.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.