Solar Subsidi Langka di Luar Jawa, Biaya Logistik Naik Jelang Iduladha
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Ilustrasi uang rupiah/Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA–Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Andry Asmoro melihat risiko berlanjutnya aliran modal keluar atau capital outflow saat fed fund rate (FFR) dikerek ke level yang sama dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di level 5,75 persen.
Meski demikian, kondisi tersebut bukan hanya diakibatkan oleh senadanya FFR dan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7DRR) atau BI rate, tetapi juga sentimen pasar menunggu kejelasan arah suku bunga milik The Fed tersebut.
“Potensi capital outflows mungkin bisa berlanjut. Lebih karena market masih belum priced in ke arah mana suku bunga FFR ini ke depan. Jadi, bukan semata karena BI rate sama dengan FFR,” katanya kepada Bisnis.com, Minggu (8/10/2023).
Pasalnya, pada pekan pertama Oktober 2023 saat rupiah menghadapi perlemahan, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal keluar senilai Rp2,92 triliun dari pasar keuangan domestik.
Jumlah tersebut terdiri dari jual neto Rp2,92 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan beli neto Rp20 miliar di pasar saham. Sementara itu, BI juga mencatat nonresiden beli neto Rp400 miliar di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
| Baca Juga : Suku Bunga Tinggi, Bank Kecil Sasar Dana Murah |
|---|
Senada, Mantan Menteri Keuangan (2013-2014) Chatib Basri juga melihat apabila suku bunga acuan FFR dan BI-7DRR berada pada tingkat yang sama, akan mendorong keluarnya aliran modal dari pasar domestik.
“The Fed mengindikasikan menaikan Fed Fund Rate [FFR] 1 kali lagi tahun ini. Artinya FFR mungkin akan par dengan BI rate. Dengan kondisi ini ada risiko outflow dari Indonesia. Ini menjelaskan mengapa rupiah melemah beberapa waktu terakhir,” ujarnya.
Adapun, sejak 2022 yang lalu hingga saat ini, bank sentral AS terpantau sudah menaikkan FFR sebesar 525 bps, sementara Bank Indonesia menaikkan BI7RR sebesar 225bps.
Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, kondisi ini cenderung berbeda dengan kondisi taper tantrum pada 2013, di mana BI pada saat itu menaikkan suku bunga acuannya bahkan sebelum Fed menaikkan suku bunga FFR.
Secara umum, saat ini kondisi fundamental perekonomian Indonesia yang terindikasi dari inflasi, cadangan devisa, neraca transaksi berjalan dan peringkat utang pemerintah Indonesia yang saat ini lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi 2013.
Dirinya melihat, meski suku bunga acuan nantinya sama, arah suku bunga The Fed diproyeksikan akan lebih jelas dan akan membatasi risk off sentiment di pasar keuangan global.
“Sekalipun pasar memperkirakan Fed akan menaikkan FFR sebesar 25bps pada awal November mendatang, namun Fed diperkirakan akan memberikan sinyal yang lebih jelas terkait dengan arah suku bunga Fed mendatang,” jelasnya, Minggu (8/10/2023).
Josua menuturkan berdasarkan Summary Economic Projection yang dirilis pada FOMC September yang lalu, anggota FOMC memperkirakan pada tahun depan The Fed berpotensi memangkas suku bunga FFR sebesar 50bps pada semester II/2024 mempertimbangkan kondisi ekonomi AS yang cenderung melambat pada awal 2024 mendatang.
Untuk itu, menjadi tugas penting bagi BI untuk dapat mengoptimalkan beberapa instrumen, mulai dari devisa hasil ekspor (DHE) dan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) sebagai instrumen operasi terbuka untuk menarik investor asing sehingga mendorong terjaganya suplai valas di domestik yang berikutnya akan menopang terjaganya stabilitas rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.