Ganjar Pranowo Gembleng Kader PDIP Jogja, Tekankan Pentingnya Mendengarkan Suara Gen Z
Ganjar Pranowo mengajak kader PDIP Jogja mendengarkan aspirasi Gen Z serta meneladani semangat Bung Karno dalam membaca, berdiskusi, dan berpolitik.
Pengunjung memadati stan Desa Preneur di Jogja City Mall, Sabtu (14/10)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
SLEMAN—Produk-produk Desa Preneur binaan Sibakul didorong naik kelas melalui pameran yang digelar di pusat perbelanjaan.
Dipajang di etalase Jogja City Mall, produk-produk Desa Preneur ternyata terlihat tak kalah dengan produk pabrikan dan justru tampil mentereng.
Tampil dengan stan megah milik Sibakul, produk Desa Preneur dipajang dengan displai mewah. Pasalnya beragam barang kerajinan hingga olahan kuliner dari Desa Preneur yang berkualitas terbaik dan layak memang harus ditampilkan dengan menarik.
Kesempatan promosi ini dijawab penuh para Desa Preneur lewat produk-produk kreasi tingkat tinggi. "Ini mempromosikan produk
Desa Preneur yang sudah pada tahap pengembangan atau maju. Sehingga kami memberikan ruang promosi dari desa-desa binaan kami untuk bisa masuk ke pusat perbelanjaan seperti mal," kata Kabid Kewirausahaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop-UKM) DIY, Wisnu Hermawan di Jogja City Mall, Sabtu (14/10/2023).
BACA JUGA: Bakal Jadi Sentra UKM, Begini Update Pembangunan Eks Hotel Mutiara
Memboyong produk Desa Preneur ke mal tentu bukan tanpa rencana. Setelah acap kali menampang di berbagai pameran mulai dari tingkat kalurahan hingga level kabupaten, produk Desa Preneur kini dibawa ke pusat perbelanjaan supaya memahami strategi pemasaran
di sana. Karena tak menutup kemungkinan, lain lokasi, lain pula strategi promosi.
"Mereka bisa mengenal nilainilai kalau promosi di mal itu beda dengan promosi di desa. Ada standar-standarnya yang pengin kami kenalkan kepada mereka terhadap tata kelola bisnis di pusat perbelanjaan," ujar dia.
Dari 85 Desa Preneur di DIY, 18 di antaranya dibawa ke Jogja City Mall untuk ikut tampil di Pekan Inovasi Sosial. Di stan Sibakul yang mengusung konsep Island (kepulauan), bermacammacam produk dari belasan Desa Preneur tersebut ditampilkan setelah melewati proses kurasi.
"Kurasinya tentu kategori mereka [Desa Preneur] yang sudah mendapat binaan lebih dari dua tahun. Kemudian produknya sudah punya sertifikat minimal ada PIRT ada sertifikasi halalnya, kemudian ada expired date dan dari taste juga kita coba itu layak untuk dipromosikan atau tidak," ujar Wisnu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ganjar Pranowo mengajak kader PDIP Jogja mendengarkan aspirasi Gen Z serta meneladani semangat Bung Karno dalam membaca, berdiskusi, dan berpolitik.
DPRD DIY mengusulkan balai RW menjadi laboratorium Pendidikan Khas Kejogjaan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya Jogja.
Harga cabai rawit mencapai Rp88.642/kg pada pekan keempat Oktober 2026. Mendagri Tito mendorong perluasan tanam dan distribusi pasokan.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.
Indonesia Kaya menghadirkan legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam delapan episode musikal vertikal yang tayang di TikTok.
Yusril menyoroti 23 definisi keuangan negara yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengelola BUMN.