Gojek Dukung Penuh Arahan Kebijakan Pemerintah Terkait Komisi Ojol
Di momentum Hari Kebangkitan Nasional, Gojek mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mengatur 92% pendapatan untuk pengemudi ojol
Foto:General Manager The 1O1 Yogyakarta Tugu, Wahyu Wikan Trispratiwi (tengah) dan Seniman & Kurator, Dwipo Hadi dalam membukaan pameran seni bertanjuk 'Memorabilia Jogjavaganza', di Kalasan Restaurant and Pool Terrace, Sabtu (21/10/2023). /Anisatul Umah-Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—The 1O1 Yogyakarta Tugu menggelar pameran seni rupa bertanjuk Memorabilia Jogjavaganza melibatkan 11 seniman asal Jogja. Pembukaan pameran berlangsung di Kalasan Restaurant and Pool Terrace, Sabtu (21/10/2023).
Pameran yang berlangsung dari 21 Oktober 2023 hingga 2 Januari 2024 ini merupakan rangkaian dari Art Music Festival The 1O1 Yogyakarta Tugu berkolaborasi dengan PHM Hotels. Art Music Festival merupakan agenda tahunan yang sudah memasuki tahun ketiga, berlangsung sejak 17 Oktober 2023 hingga 17 Desember 2023. Digelar sebagai bentuk kepedulian akan seni dan budaya.
Tema yang dipilih kali ini adalah Earth Tunes - A Festival of Culture and Green Future yang merupakan wujud dukungan The 1O1 Yogyakarta Tugu dan PHM Hotels terhadap seni maupun budaya yang berdampak pada keberlanjutan. Kemeriahan Art Music Festival juga berlangsung di 15 unit hotel PHM Hotels yang tersebar di 7 kota lain, yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Bali, Malang, Gili Trawangan, dan Palembang.
BACA JUGA : Karyawan Hotel The 1O1 Gowes-Gowes Kota Jogja
General Manager The 1O1 Yogyakarta Tugu, Wahyu Wikan Trispratiwi mengatakan pameran ini menjadi bentuk kepedulian pada seni khususnya tentang Yogyakarta. Sebagai hotel yang berada di sekitar Sumbu Filosofi The 1O1 Yogyakarta Tugu harus bisa menyatu dengan seni dan budayanya.
"Sebelas seninam bergabung selenggarakan pameran 'Memorabilia Jogjavaganza Art Exhibition'. Bagaimana bersama-sama wujudkan Yogyakarta sebagai sumber budaya, kolaborasi dengan berbagai seniman," ucapnya.
Karya yang dipamerkan bisa dinikmati para pengunjung hotel di beberapa area hotel secara gratis. Seperti di area lobby, Kalasan Restaurant, hingga prefunction meeting room lantai 1, dan lantai 2.
Memorabilia Jogjavaganza bercerita tentang keindahan dan keunikan kota Yogyakarta dengan berbagai situs kesejarahan yang terbentang dari seluruh penjuru Utara ke Selatan hingga Timur ke Barat. Yogyakarta selalu punya daya tarik untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata baik alam maupun buatan.
"Ada unsur edukasi juga di mana tamu yang hadir di tempat kami enggak harus dipaksa nonton pameran, tapi saat breakfast akan melihat pameran yang menimbulkan apresiasi seni," paparnya.
Seniman & Kurator, Dwipo Hadi mengatakan kesempatan bisa pameran di hotel yang berada di area Sumbu Filosofi menjadi sebuah kejutan. Diharapkan masyarakat bisa memberikan apresiasi atas pameran seni ini. Sebab pameran ini beda dengan yang biasanya dilakukan di galeri dengan penikmat yang segmented.
"Pameran di hotel mempermudah akses untuk dapat diapresiasi dan terima kasih masyarakat luas yang sudah mengapresiasi," paparnya.
Berkolaborasi dengan Batik Suryadinata, The 101 Yogyakarta Tugu juga akan mempersembahkan Batik fashion dan talk show yang akan digelar pada 28 Oktober 2023 mulai pukul 16.00 WIB di Pool Terrace, The 1O1 Yogyakarta Tugu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di momentum Hari Kebangkitan Nasional, Gojek mendukung kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang mengatur 92% pendapatan untuk pengemudi ojol
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.
Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan tren fesyen modern, kelestarian kain wastra Nusantara justru menemukan napas baru lewat tangan-tangan kreatif
Debut Janice Tjen di Roland Garros langsung berat, menghadapi Emma Navarro di babak awal Grand Slam Paris.