Fadli Zon Berharap Seniman Pasifik Jadi Duta Budaya Indonesia
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Ilustrasi Piala Dunia U-17./FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Sektor akomodasi di DIY berpotensi kecipratan berkah Piala Dunia U-17 2023 yang salah satu venue-nya digelar di Stadion Manahan, Solo.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan ada peningkatan okupansi hotel mulai 7-30 November 2023 sebesar 5%-10%.
"Piala U17 kemungkinan ada cipratan okupansi di DIY karena ada peningkatan okupansi mulai 7-30 November 2023," kata dia kepada Harian Jogja, Kamis (9/11/2023).
BACA JUGA: Oktober 2023 Okupansi Hotel DIY Rata-Rata 45-50 Persen
Namun, dia belum bisa memastikan apakah peningkatan karena efek Piala Dunia U17. Pasalnya, okupansi hotel didominasi oleh rombongan wisata baik sekolah, keluarga, hingga instansi swasta.
"Untuk hotel bintang 4 dan 5 rata-rata 55 persen. Hotel bintang 3, 2, 1, dan nonbintang bisa maksimal 10 persen [peningkatan] menjadi rata-rata 40-60 persen," kata dia.
Sementara untuk November 2023, PHRI DIY menargetkan okupansi bisa mencapai 80%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fadli Zon berharap peserta IPCC 2026 membawa budaya Indonesia ke negara masing-masing setelah mengikuti residensi seni di Jogja selama 10 hari.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Sleman menjadi lokasi uji coba Program Perintis 10 Hari untuk mempercepat balik nama tanah sekaligus mengoptimalkan penerimaan PPh dan BPHTB.
HATO memperkenalkan HATO Fillet dengan kandungan dada ayam asli hingga 80% dalam Chicken & Egg Run 2026 yang diikuti lebih dari 3.000 pelari.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mengkaji penggabungan empat SD yang kekurangan murid setelah lima sekolah lebih dulu menjalani regrouping pada 2026.