PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat rata-rata okupansi hotel DIY pada Oktober 2023 adalah 45%-50%. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan untuk November hingga Desember 2023 kenaikan reservasi sudah mulai nampak, mencapai 55%. "Oktober data PHRI rata-rata 45 persen-50 persen [okupansi]," ucapnya, Rabu (8/11/2023).
Dia menjelaskan untuk akhir tahun di November hingga Desember 2023 kenaikan reservasi terutama disumbang oleh rombongan sekolah, instansi swasta, hingga keluarga. Rombongan sekolah menurutnya banyak menginap di hotel bintang 2 dan 1, juga non bintang. Dia berharap di akhir tahun okupansi hotel DIY bisa mencapai 80%.
"Kami berharap akhir tahun bisa sesuai target, rata-rata okupansi di DIY 80% bintang dan non bintang anggota PHRI," katanya.
Sementara itu, terkait tahun politik menurutnya belum ada pengaruh signifikan pada okupansi hotel. "Tahun politik ini belum ada dampak positif untuk okupansi secara signifikan sampai dengan saat ini."
BACA JUGA: Cegah Luapan Minyak di Tugu Jogja, Pemkot Pasang Penangkap Limbah Lemak
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) atau okupansi untuk hotel bintang pada September 2023 sebesar 58,99% secara bulanan atau (month-to-month/mtm) naik 1,51% dari TPK Agustus 2023 57,48%. Secara tahunan (year-on-year/yoy) mengalami kenaikan 6,66% dari posisi tahun lalu 52,33%.
Sementara untuk hotel nonbintang pada September 2023 sebesar 23,65% atau naik 0,40% mtm dari bulan lalu 23,25%. Sementara secara yoy naik 3,10% dari posisi 20,55%.
Statistisi Ahli Madya BPS DIY, Rahmawati mengatakan rata-rata lama menginap untuk hotel bintang 1,61 hari atau turun 0,05 hari dari posisi Agustus 2023 1,66 hari. Hotel bintang 5 menjadi penyumbang paling tinggi dengan rata-rata lama menginap 1,92 hari. Disusul bintang 4 dengan rata-rata menginap 1,70 hari dan paling rendah bintang 2 dengan rata-rata 1,42 hari.
"Hotel nonbintang terjadi kenaikan dari Agustus 2023 ke September 2023, rata-rata lama menginap 1,15 hari menjadi 1,19 hari. Atau terjadi kenaikan 0,04 hari. Kelompok kamar yang paling banyak beri sumbang sih adalah kamar hotel di atas 40 kamar," jelasnya.
Jumlah tamu yang menginap pada September 2023 sebanyak 616.269 orang. Turun 2,77% dibanding Agustus 2023. Dilihat dari asal tamu menginap untuk September masih didominasi tamu dari dalam negeri 97% atau 598.317 tamu.
"Tamu asing 17.952 orang, jika melihat berdasarkan jenis hotel, hotel bintang berikan kontribusi terbesar sebanyak 71 persen sebanyak 434.681 tamu untuk hotel nonbintang 29 persen atau 181.588 tamu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Ramalan zodiak Minggu 17 Mei 2026 memprediksi Pisces jadi zodiak paling beruntung, sementara Aries diminta waspada soal finansial.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menghadapi pasangan India pada final Thailand Open 2026 setelah tampil impresif tanpa kehilangan gim.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.