Advertisement
Asita DIY Catat Booking Wisata Nataru 2025 Turun 8 Persen
Ilustrasi Hotel/ Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat booking paket wisata dan akomodasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengalami peningkatan dibanding hari biasa, namun secara tahunan masih turun sekitar 8%.
Humas Asita DIY, Iwan Sulistyanto, mengatakan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan booking wisata Nataru 2025, salah satunya kemudahan akses jalan tol yang mendorong wisatawan mengatur perjalanan secara mandiri. Kondisi tersebut berdampak pada turunnya penggunaan transportasi lokal dan paket tur, meski penurunannya tidak signifikan. "Dibanding tahun lalu mengalami penurunan 8%," ujarnya.
Advertisement
Ia menjelaskan, destinasi wisata favorit di DIY masih didominasi oleh wisata budaya, wisata alam, dan family tourism, seperti kawasan Malioboro, Keraton, Kaliurang, serta pantai-pantai di Gunungkidul dan Bantul. Selain itu, paket wisata berbasis pengalaman dan edukatif juga menunjukkan tren peningkatan permintaan.
Menurutnya, mayoritas wisatawan yang berkunjung ke DIY masih berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa, terutama Jabodetabek, Bandung, Semarang, dan Surabaya, baik menggunakan transportasi darat maupun udara.
BACA JUGA
Lebih lanjut, ia menyampaikan Asita DIY memproyeksikan puncak kunjungan wisatawan Nataru 2025/2026 akan terjadi pada 21–24 Desember 2025, serta 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, dengan potensi kepadatan tinggi di pusat kota dan destinasi unggulan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyampaikan hingga saat ini rata-rata reservasi hotel di DIY pada libur Nataru 2025/2026 periode 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 baru mencapai 35–45 persen.
Menurutnya, kenaikan reservasi hotel Nataru 2025/2026 berlangsung cukup pelan, karena tren wisatawan saat ini cenderung langsung datang ke hotel tujuan tanpa reservasi jauh hari. Ia menambahkan, asal wisatawan hotel DIY masih didominasi dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
"Kota Jogja dan Sleman rata-rata 45 persen," tuturnya. Dengan tren tersebut, pelaku pariwisata menilai booking wisata Nataru 2025 di DIY masih berpotensi bergerak dinamis hingga mendekati puncak libur akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Produksi Sampah di Bantul Naik 8 Persen Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
Advertisement
Advertisement





