Advertisement
BI DIY Siapkan Rp4,99 Triliun untuk Lebaran, Rp3,5 Triliun Terserap
Kepala KPw BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan paparan dalam acara Ngobrol Santai dan buka bersama media di Gedung Heritage BI DIY, Senin (16/3 - 2026). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) mengalokasikan uang tunai sebesar Rp4,99 triliun guna mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga pertengahan Maret 2026, realisasi penyerapan dana tersebut dilaporkan telah menyentuh angka sekitar Rp3,5 triliun melalui berbagai kanal layanan penukaran resmi.
Kepala KPw BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menjelaskan bahwa penyediaan likuiditas ini dikemas dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Jumlah yang disiapkan tahun ini mengalami kenaikan sebesar 8,24% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp4,61 triliun.
Advertisement
“Kami mencoba mendekatkan kepada masyarakat ke tempat yang sedekat mungkin,” ujar sosok yang akrab disapa Dibyo tersebut dalam acara Ngobrol Santai di Gedung Heritage BI DIY, Senin (16/3/2026).
Strategi jemput bola dilakukan dengan menyebar 42 titik layanan penukaran di seluruh wilayah DIY, termasuk di masjid-masjid besar di lima kabupaten/kota.
BACA JUGA
Layanan penukaran ritel telah dimulai sejak akhir Februari di enam lokasi strategis, seperti Masjid Gedhe Kauman hingga Masjid Agung Wonosari. Selain itu, BI DIY juga menggelar layanan terpadu secara kolaboratif bersama sembilan perbankan di Kompleks GOR Amongrogo pada awal Maret lalu untuk melayani permintaan masyarakat dalam skala besar.
Khusus untuk menyambut arus mudik, BI DIY membuka gerai penukaran uang di Stasiun Yogyakarta pada periode 13-17 Maret 2026. Fasilitas ini ditujukan bagi para pemudik yang baru tiba di Jogja agar bisa langsung mendapatkan uang pecahan kecil dengan syarat menunjukkan bukti perjalanan yang sah.
“Untuk menggunakan layanan tersebut, masyarakat diminta menunjukkan bukti perjalanan sebagai syarat penukaran,” jelasnya.
Kepala Unit Pengelolaan Rupiah (PUR) BI DIY, Rachmad Hendrawan, menambahkan bahwa dari total proyeksi Rp4,99 triliun, aktivitas kas keliling dan layanan terpadu telah menyerap dana sekitar Rp28 miliar. “Mungkin khusus dari kegiatan kas penyerapan yang kita capai sekitar Rp28 miliar,” ujarnya.
Sinergi dengan 34 bank umum di wilayah DIY terus diperkuat melalui pembukaan loket penukaran di kantor-kantor cabang perbankan untuk menghindari antrean panjang, sekaligus menjamin masyarakat mendapatkan uang layak edar secara aman dan gratis di titik-titik resmi yang telah ditentukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Malioboro Membeludak, Wisatawan Dialihkan ke Kotagede dan Kotabaru
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
Advertisement
Advertisement




