Mcdonalds Malaysia Gugat Gerakan Boikot Anti-Israel karena Pernyataan Palsu & Fitnah

Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho Minggu, 31 Desember 2023 11:27 WIB
Mcdonalds Malaysia Gugat Gerakan Boikot Anti-Israel karena Pernyataan Palsu & Fitnah

Logo Mc Donald/Ist

Harianjogja.com, JAKARTA–McDonald's Malaysia menggugat gerakan Boycott, Divestment, Sanction (BDS) Malaysia yang mempromosikan boikot terhadap Israel dan menuntut ganti rugi sebesar 6 juta ringgit atau sekitar Rp20,09 miliar. Dasar tuntutan ini adalah pernyataan palsu dan memfitnah yang merugikan bisnis dengan alasan "perang genosida Israel terhadap Palestina di Gaza".

Melansir Reuters, Sabtu (30/12/2023), Gerbang Alaf Restaurants Sdn Bhd (GAR), yang merupakan pemegang lisensi McDonald's di Malaysia, menuntut gerakan BDS Malaysia atas serangkaian unggahan di media sosial yang diduga mengaitkan waralaba cepat saji tersebut, dan perusahaan-perusahaan lainnya, dengan Israel. GAR menuntut gerakan BDS atas pernyataan palsu dan memfitnah yang menurutnya telah merugikan bisnisnya dengan alasan "perang genosida Israel terhadap Palestina di Gaza".

Baca Juga

Dampak Boikot Produk Pro Israel, Produk Lokal Ini Justru Alami Kenaikan Penjualan

Bos Pizza Hut Curhat Jadi Korban Sasaran Boikot Produk Pro-Israel

Aksi Boikot Produk Pro Israel Bikin Pengusaha Ritel Menjerit

Malaysia merupakan pendukung setia Palestina, dan beberapa merek makanan cepat saji Barat di negara ini, seperti halnya di beberapa negara Muslim lainnya, telah menjadi sasaran kampanye boikot atas serangan militer Israel di Gaza. Menurut surat somasi tertanggal 19 Desember yang dilihat oleh Reuters, Gerbang Alaf Restaurants menuduh BDS Malaysia menghasut masyarakat untuk memboikot McDonald's Malaysia, yang menyebabkan hilangnya keuntungan dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Selain itu, perusahaan juga mengalami kerugian-kerugian lainnya akibat penutupan dan pemendekan jam operasional gerai-gerainya. Malaysia mengonfirmasi mereka mengajukan gugatan terhadap BDS Malaysia untuk melindungi "hak dan kepentingannya". Sebagai tanggapan, BDS Malaysia mengatakan bahwa mereka dengan tegas menyangkal telah mencemarkan nama baik perusahaan makanan cepat saji tersebut dan akan menyerahkan masalah ini ke pengadilan. Gerakan BDS bertujuan untuk mengakhiri dukungan internasional terhadap penindasan Israel terhadap warga Palestina dan menekan Israel untuk mematuhi hukum internasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online