Penataan Sirip Malioboro Mulai Dibahas Pekan Depan
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Pertumbuhan ekonomi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyebut kondisi ekonomi DIY 2024 lebih menantang dibandingkan dengan tahun lalu.
Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kadin DIY, Timotius Apriyanto mengatakan akan terjadi kontraksi supply dan demand dampak kondisi global yang memengaruhi kondisi nasional dan lokal DIY.
Dia menjelaskan kontraksi global ini dampak dari faktor geopolitik dunia, seperti krisis Rusia-Ukraina yang belum rampung serta serangan Israel ke Palestina. Kondisi ini akan membawa krisis energi dan krisis pangan global yang semakin parah. Pertumbuhan ekonomi di DIY menurutnya akan lebih lambat dari proyeksi nasional.
“DIY akan mengalami perlambatan ekonomi juga dibandingkan tahun lalu, yang menjadi catatan sekarang selain tekanan supply demand, kami sebut market confidence drop karena tekanan geopolitik global," ucapnya, Kamis (25/01/2024).
Sementara di tingkat nasional saat ini sedang memasuki tahun politik sehingga industri berada di situasi ketidakpastian menunggu hasil pemilu.
“Ketidak pastian ini membuat market confidence drop. Industri besar menahan investasi dan lainnya,” jelasnya.
Ekonomi di 2024 akan diwarnai dengan penurunan daya beli masyarakat sehingga akan berpengaruh signifikan pada proyeksi ekonomi di DIY.
Menurutnya kondisi ini diperparah dengan kebijakan fiskal yang memberatkan bagi pengusaha, khususnya industri pariwisata, yakni kenaikan tarif pajak hiburan 40%-75% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No.1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Padahal, kata Timotius, multiplier effect industri wisata sangat besar.
“Kami juga dibebani PPN 11% dan masih juga kena juga PPh Badan 22% sementara PPh dari karyawan juga harus kami tanggung, ini otomatis sangat berat,” ujar dia.
BACA JUGA: Pernyataan Presiden Soal Kampanye Disalahartikan, Ini yang Benar Menurut Undang-Undang
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pertumbuhan ekonomi Triwulan III/ 2023 sebesar 4,96% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini sedikit lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 4,94% secara tahunan.
Pertumbuhan ekonomi Triwulan III/2023 lebih lambat dibandingkan Triwulan II/2023 sebesar 5,16%, juga lebih lambat dari Triwulan III/2022 sebesar 6,20%. Statistisi Ahli Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono, mengatakan pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan III 2023 tumbuh sebesar 0,23% secara quarter-to-quarter/qtq.
"Apabila dibandingkan dengan kondisi Triwulan III/2022 pertumbuhan ekonomi DIY meningkat 4,96%. Ini tentunya sedikit lebih tinggi dibandingkan nasional 4,94%," paparnya.
Sementara pertumbuhan ekonomi Triwulan IV 2023 baru akan dirilis awal Februari 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mulai membahas penataan 10 sirip Malioboro pekan depan bersama Pemda DIY, termasuk parkir, lalu lintas, dan logistik.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna