Mensos Siapkan Hunian Sementara untuk Anak Sayuti Melik
Mensos Saifullah Yusuf memastikan Heru Baskoro, anak Sayuti Melik, mendapat rehabilitasi dan hunian sementara di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah memastikan 20 persen keuntungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dialokasikan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes). Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.
Selain memberikan tambahan sumber pendapatan bagi pemerintah desa, sebagian besar keuntungan koperasi juga akan dikembalikan kepada masyarakat desa. Dengan skema tersebut, keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi kepentingan bersama antara pemerintah desa dan warga.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengelolaan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
"Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan memaksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing. Apalagi yang dipakai kan Dana Desa, dan apalagi nanti dari keuntungan itu, ada 20% dari Kopdes [Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih] itu akan menjadi Pendapatan Asli Desa," kata Yandri Susanto saat jumpa pers usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, di Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memimpin rapat terbatas yang membahas dua agenda utama, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat tersebut berlangsung selama kurang lebih empat jam dan dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Panglima TNI, serta direktur utama badan usaha milik negara (BUMN).
Yandri menjelaskan pemerintah desa memiliki kepentingan besar untuk memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat berjalan secara optimal karena manfaatnya akan dirasakan secara langsung oleh desa dan masyarakat.
"Jadi, pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan Kopdes ini berhasil dan sukses, karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisa [alokasi keuntungan] yang 80% akan kembali ke rakyat di desa itu," ujarnya.
Menurut Yandri, ke depan setiap koperasi akan dikembangkan berdasarkan potensi unggulan yang dimiliki masing-masing desa. Saat ini, Indonesia memiliki sebanyak 75.266 desa dengan karakteristik dan potensi ekonomi yang beragam.
Potensi tersebut mencakup sektor pertanian, perikanan, hingga perkebunan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara maksimal melalui koperasi.
"Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali, 75.266 desa dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes akan bekerja sama dengan BUMDes [Badan Usaha Milik Desa] memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa," kata Yandri.
Potensi Desa Akan Dioptimalkan
Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal juga telah mengembangkan desa-desa tematik yang memiliki keunggulan di berbagai sektor ekonomi.
Beberapa di antaranya adalah desa jagung, desa padi, desa ikan nila, desa ikan lele, hingga desa cokelat yang selama ini telah dikembangkan sesuai dengan potensi lokal masing-masing wilayah.
Yandri mengatakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih nantinya akan berperan sebagai offtaker yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk menyerap dan memasarkan hasil produksi masyarakat.
"Ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa cokelat, dan desa-desa lain. Nah, ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa," ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap hasil produksi masyarakat desa memiliki kepastian pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.
Apabila berjalan sesuai rencana, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya menjadi penggerak ekonomi desa, tetapi juga menjadi sumber tambahan Pendapatan Asli Desa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat. Dengan potensi 75.266 desa di seluruh Indonesia, penguatan koperasi diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi hingga ke tingkat akar rumput.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Mensos Saifullah Yusuf memastikan Heru Baskoro, anak Sayuti Melik, mendapat rehabilitasi dan hunian sementara di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.
Menteri PU Dody Hanggodo membantah mutasi ASN Kementerian PU berkaitan dengan bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat yang viral di media sosial.
Indonesia dan India memperkuat kerja sama pengembangan SDM digital, talenta AI, dan keterampilan tenaga kerja untuk menghadapi transformasi dunia kerja.
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi memenuhi panggilan KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.
Pemerintah menyiapkan skema penyaluran bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih. Uji coba penyaluran PKH dan BPNT ditargetkan dimulai pada Agustus 2026.
Menteri Desa Yandri Susanto menyebut 20 persen keuntungan Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi Pendapatan Asli Desa untuk memperkuat ekonomi desa.