PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyebut ekonomi global diperkirakan akan tumbuh 3,1% pada 2023 dan 3% pada 2024 didorong oleh penguatan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India. Sejalan dengan konsumsi dan investasi yang tinggi.
Namun ekonomi Tiongkok yang masih lemah, serta kontraksi pertumbuhan ekonomi di Inggris dan Jepang yang telah terjadi dalam dua triwulan berturut-turut dapat menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Melihat kondisi objektif, India digadang-gadang bisa menjadi alternatif negara tujuan ekspor selain AS yang selama ini sudah menjadi negara tujuan ekspor utama DIY.
BACA JUGA : Ekspor DIY Januari 2024 Secara Tahunan Membaik
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Syam Arjayanti mengatakan saat ini India memang belum menjadi negara tujuan ekspor DIY. Namun sudah ada produk pakaian jadi tekstil, minyak Atsiri, dan kerajinan dari DIY yang masuk pasar India.
"Melihat turunnya permintaan di beberapa negara tujuan utama atau pasar tradisional seperti Amerika dan Eropa, sebaiknya pelaku usaha harus mulai melirik pasar non tradisional seperti Asia Selatan khususnya India," ucapnya, Minggu (10/03/2024).
Dia menjelaskan India harus digarap lebih intensif dan pelaku usaha DIY, harus mulai belajar untuk beradaptasi dengan permintaan disana. "Mengingat selama ini sudah terbiasa dgn pasar Amerika dan Eropa yang cukup tinggi menghargai produk handmade dari DIY," paparnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, India belum masuk ke dalam sepuluh besar negara tujuan ekspor DIY. Pangsa ekspor DIY paling besar adalah AS dengan share mencapai 42,81%, Jerman 12,27%, Jepang 8,04%. Disusul beberapa negara lainnya yakni Australia, Korea Selatan, Belanda, Perancis, Inggris, Singapura, dan Malaysia.
BACA JUGA : Ekspor Impor DIY Kompak Meningkat pada Oktober 2023
Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim mengatakan apabila ekspor hanya bergantung pada satu dua negara saja, maka saat terjadi gejolak di negara tersebut dampaknya akan terasa.
Secara nasional India bisa menjadi negara tujuan ekspor batu bara. Meski di era transisi energi, batu bara masih menjadi sumber energi paling murah khususnya bagi negara berkembang seperti India. Indonesia bisa memanfaatkan peluang tersebut karena punya potensi.
Menurutnya dari sisi manufakturing DIY memang relatif lebih kecil dibandingkan provinsi lain seperti Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), dan Jawa Timur (Jatim). Namun produk-produk buatan seperti UMKM sudah banyak diekspor seperti ke Singapura.
"Bukan tidak mungkin bisa mengarah ke India, karena potensi ekonomi dunia ke depan terus membaik. Tapi bukan berarti tidak punya peluang sama sekali di industri manufaktur. Ini yang bisa kami sampaikan, kepada industri, bisa ke Kadin potensi India ke depan membaik dan misi dagang ke India bisa diperkuat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.