Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Ilustrasi suasana aktivitas di pelabuhan yang menjadi salah satu pelabuhan kelolaan PT Pelindo Regional 4 di kawasan Timur. Antara/ HO-Pelindo Regional 4\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekspor DIY pada Januari 2024 sebesar 40,18 juta dolar secara bulanan atau (month-to-month/mtm) turun 14,49% dibandingkan capaian Desember 2023 46,99 juta dolar.
Namun jika dilihat secara tahunan atau (year-on-year/yoy) meningkat 9,13% dari posisi Januari 2023 sebesar 36,82 juta dolar. Meski demikian jika dibandingkan posisi Januari 2022 sebesar 51,8 juta dolar masih lebih rendah.
BACA JUGA: Jelang Ramadan, Sejumlah Harga Komoditas Pangan Turun Tipis
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyebut nilai ekspor sebesar 40,18 juta dolar pada bulan Januari 2024 ini masih belum sesuai harapan. Akan tetapi memang sudah lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Kondisi global belum membaik, tetapi pelaku usaha sudah mulai beradaptasi," kata Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti, Jumat (8/4/2024).
Menurutnya jika dilihat dari pameran skala internasional di Indonesia pada akhir Februari, banyak calon buyer yg hadir dan melakukan transaksi. Sehingga diharapkan pasar ekspor semakin membaik kedepannya.
"Harapannya tren kedepan diharapkan akan lebih baik," jelasnya.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan pangsa ekspor dari DIY pada Januari 2024 terbesar yakni Amerika Serikat (AS) sebesar 17,20 juta dolar sharenya 42,81%. Kedua Jerman dengan nilai 4,93 juta dolar sharenya 12,27%, dan ketiga Jepang 3,23 juta dolar sharenya 8,04%. Sisanya Australia, Korea Selatan dan lainnya nilainya di bawah 3 juta dolar secara share di bawah 6%.
BACA JUGA: Bursa Calon Wali Kota Solo 2024-2029 Mulai Ramai, Dari Kaesang Hingga Yashinta Sekarwangi
"Secara ringkas untuk secara kawasan Uni Eropa pangsa 25,78%, kemudian ASEAN 2,24%," paparnya.
Komoditas ekspor tertinggi dari DIY adalah pakaian jadi bukan rajutan nilainya 13,99 juta dolar dengan share 34,82%. Kemudian perabot penerangan rumah nilainya 5,33 juta dolar dan share 13,27%, dan barang-barang dari kulit dengan nilai 4,38 juta dolar sharenya 10,90%.
"Kelompok barang lain masing2 di bawah 4 juta dolar dan pangsa di bawah 10%," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.