Advertisement

Airlangga: Indonesia Berpotensi Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia pada 2050

Newswire
Kamis, 12 Maret 2026 - 03:17 WIB
Sunartono
Airlangga: Indonesia Berpotensi Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia pada 2050 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan Indonesia akan menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar di dunia pada 2050, seiring dengan meningkatnya kontribusi kawasan Asia terhadap perekonomian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2050.

Advertisement

Dalam jangka pendek, pemerintah juga optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai sekitar 5,4 persen pada 2026. Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi domestik masih relatif kuat.

Salah satu indikatornya adalah surplus neraca perdagangan yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut hingga awal 2026.

“Kami juga mempercepat strategi Indonesia Incorporated, yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa untuk mencapai tujuan pembangunan bersama,” ujar Airlangga dalam forum Tokyo Conference 2026, dikutip di Jakarta, Rabu.

Melalui strategi tersebut, Indonesia dinilai siap memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra di kawasan guna menjaga ketahanan ekonomi global.

Dalam paparannya, Airlangga menilai Asia memiliki potensi besar menjadi pusat kekuatan ekonomi dunia di masa depan, asalkan negara-negara di kawasan tetap menjaga komitmen terhadap kerja sama regional yang terbuka dan inklusif.

Ia menyebutkan kawasan Asia diproyeksikan akan menyumbang sekitar 52 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global pada 2050.

“Jika Asia tetap berkomitmen pada kerja sama terbuka dan menolak persaingan zero-sum, maka tahun 2050 dapat menjadi abad Asia,” katanya.

Berdasarkan proyeksi yang disampaikan, China diperkirakan menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan nilai PDB hampir 58 triliun dolar AS pada 2050.

Posisi berikutnya ditempati India dengan PDB sekitar 44 triliun dolar AS, sementara Indonesia diperkirakan berada di peringkat ketiga dengan nilai sekitar 10 hingga 11 triliun dolar AS.

Selanjutnya, Japan diprediksi memiliki PDB sekitar 8–9 triliun dolar AS, sedangkan South Korea diperkirakan mencapai 3–4 triliun dolar AS pada 2050.

“Alih-alih terfragmentasi, kita harus memperkuat konektivitas. Alih-alih proteksionisme, kita harus memperkuat perdagangan terbuka berbasis aturan,” ujar Airlangga.

Ia juga menyoroti peran Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang diperkirakan menjadi salah satu blok ekonomi utama dunia dalam 25 tahun mendatang.

Saat ini kawasan ASEAN memiliki PDB kolektif sekitar 4,13 triliun dolar AS.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyinggung meningkatnya ketegangan geopolitik global yang dinilai memperbesar ketidakpastian ekonomi dunia.

Menurutnya, hubungan antarnegara besar saat ini semakin dipengaruhi oleh kepentingan strategis dan politik yang bersifat transaksional.

Ia juga menilai tren proteksionisme perdagangan semakin meningkat dan berpotensi menurunkan kepercayaan terhadap sistem multilateral.

Sebagai contoh, World Trade Organization (WTO) masih menghadapi tantangan dalam mencapai kemajuan pada isu perdagangan digital serta penguatan rantai pasok global.

Sementara itu, United Nations (PBB) juga dinilai menghadapi kesulitan menjaga efektivitas multilateralisme di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan berbagai krisis global.

Di sisi lain, situasi geopolitik di Middle East turut memicu ketidakpastian ekonomi dunia, terutama akibat konflik yang melibatkan United States, Israel, dan Iran.

Kondisi tersebut berdampak pada fluktuasi harga energi global.

Berdasarkan data per 10 Maret 2026, harga minyak Brent tercatat sekitar 90,42 dolar AS per barel. Sebelumnya harga minyak sempat melonjak hingga lebih dari 100 dolar AS per barel setelah penutupan Strait of Hormuz akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tes Urine Kru Bus di Palbapang Bantul: 1 Orang Terindikasi Morfin

Tes Urine Kru Bus di Palbapang Bantul: 1 Orang Terindikasi Morfin

Bantul
| Kamis, 12 Maret 2026, 04:47 WIB

Advertisement

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026

Wisata
| Kamis, 12 Maret 2026, 00:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement