Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Ilustrasi uang - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengakhiri kebijakan restrukturisasi kredit Covid-19 pada Maret 2024. Kalangan perbankan diminta mengantisipasi pemberhentian restrukturisasi kredit Covid-19 ini.
Regional CEO BRI Yogyakarta, John Sarjono mengatakan saat ini dari restrukturisasi sekitar Rp17 triliun tersisa sekitar Rp4,5 triliun per Februari 2024. Berakhirnya restrukturisasi pada Maret 2024 ini artinya harus ada negosiasi ulang.
"Kalau nasabah punya tiga pilar restrukturisasi, nasabah masih punya karakter iktikad baik, capacity, dan kondisi usaha masih jalan, kami bisa restrukturisasi tetapi non-Covid-19, kalau Covid-19 kan banyak relaksasi dari pemerintah," ujar dia, Rabu (20/3/2024).
Akan tetapi jika tiga pilar ini tidak terpenuhi artinya sesuai dengan ketentuan akan ada tindak lanjut penyelesaian pinjaman.
Sementara opsi kedua adalah penyelesaian, baik secara damai maupun melalui saluran hukum.
Secara damai misalnya dengan penjualan agunan di bawah tangan, nasabah sendiri yang melakukan penjualan. Perbankan akan lebih senang jika hal ini berjalan.
"Kemudian opsi terakhir sebenarnya kami tidak senangi, likuidasi agunan, ini paling susah. Upaya terakhir lelang agunan tapi harus kami lakukan karena ini bank pemerintah, pemegang modalnya APBN, harus kami urus, ini jadi opsi terakhir," ujar dia. '
Lebih lanjut dia menyampaikan, BRI berharap tetap bisa memberikan kesempatan restrukturisasi, hanya saja restrukturisasi itu merupakan keijakan non-Covid-19. Ini akan dilakukan sesuai kesepakatan.
Vice President (VP) Bank Mandiri Area Yogyakarta, Evi Martiani mengaku juga telah bersiap. Debitur yang akan jatuh tempo akan dicek ke lokasi apakah usahanya masih ada atau tidak.
"Kami lakukan cek ke lokasi apakah usanya masih ada atau usahanya sudah enggak ada. Nanti kami pilah-pilah lah, kami kelompokkan."
Sebelumnya, OJK perwakilan DIY meminta kepada perbankan untuk mengantisipasi pemberhentian restrukturisasi kredit Covid-19 pada Maret 2024 ini. Di antaranya dengan melakukan stress test ketahanan likuiditas.
"Kebijakan stimulus tersebut akan berakhir akhir Maret tahun ini, tapi kami belum ada informasi apakah akan diperpanjang atau tidak. Kalau dari sisi perbankan kami sudah minta dari awal untuk mengantisipasi pemberhentian kebijakan stimulus tersebut," kata Kepala OJK Perwakilan DIY, Parjiman.
Selain itu, kata Parjiman, OJK DIY juga meminta perbankan untuk membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang cukup apabila penghentian kebijakan stimulus tersebut mengakibatkan kredit/pembiayaan turun kolektibilitasnya. "Ini sudah diantisipasi jika saat hasil stress test menunjukkan penurunan kolektibilitas kredit/pembiayaan," jelasnya.
BACA JUGA: Restrukturisasi Kredit Covid Segera Berakhir, Ini Permintaan OJK DIY untuk Perbankan
Data OJK DIY menunjukkan tren penurunan restrukturisasi kredit, di mana baki debet perbankan pada triwulan IV 2022 mencapai Rp8.051 miliar.
Pada triwulan IV 2023 turun menjadi Rp3.726 miliar. Terdiri dari kategori debitur usaha mikro Rp667 miliar, usaha kecil Rp811 miliar, usaha menengah Rp561 miliar. Sementara yang bukan UMKM mencapai Rp1.687 miliar sehingga total mencapai Rp3.726 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.