Konsumsi Pertalite DIY Naik 6-7 Persen Tiap Bulan, Gunungkidul Ajukan Tambahan Kuota
Harianjogja.com, JOGJA—Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di DIY mengalami kenaikan sejak Mei 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengajuk
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) Perwakilan DIY menyebut inflasi DIY April 2024 tetap terjaga di tengah momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. Kepala Perwakilan BI DIY, Ibrahim mengatakan harga komoditas pangan strategis terjaga di momen HBKN.
Dia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, inflasi April 0,09% secara bulanan (month-to-month/mtm). Secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,87%, dan inflasi secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,89%.
BACA JUGA : Inflasi DIY April 2024 Sebesar 0,09 Persen, Sektor Transportasi Jadi Biangnya
Melandainya inflasi April 2024 didukung oleh penurunan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil -0,20% mtm. Andil penurunan tertinggi disumbang komoditas beras, aneka cabai, dan telur ayam ras.
"Inflasi gabungan Kota Jogja dan Kabupaten Gunungkidul terkendali," ucapnya dalam keterangan resminya dikutip Jumat (3/5/2024).
Ibrahim merinci, berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras April di level Rp15.150 per kg, turun dari bulan sebelumnya Rp15.400 per kg. Stok meningkat seiring dengan panen raya dan normalnya permintaan setelah Ramadan.
Kemudian harga cabai merah dan cabai rawit turun masing-masing menjadi Rp44.400 per kg dan Rp38.150 per kg dari bulan sebelumnya Rp80.650 per kg dan Rp55.650 per kg, seiring dengan panen di daerah sentra.
Lebih lanjut Ibrahim menjelaskan, telur ayam ras juga turun dari Rp31.500 per kg pada Maret 2024 menjadi Rp28.000 per kg pada April 2024. Seiring dengan normalnya permintaan dan penurunan biaya produksi di tengah masa panen jagung.
BACA JUGA : Pecah Rekor! Inflasi Bawang Merah April 2024 Tertinggi sejak 2021
Inflasi terdorong oleh kelompok transportasi dan perawatan pribadi dengan andil masing-masing 0,18% dan 0,07% secara mtm. Tarif angkutan antar kota dan tarif kereta api naik di momen lebaran khususnya di daerah tujuan wisata dan pemudik.
Harga emas juga melonjak sejalan dengan kenaikan harga emas global dampak dari berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah dan ketidakpastian global seiring high for longer suku bunga The Fed. Komoditas pangan seperti bawang merah dan tomat turut menyumbang inflasi dengan andil masing-masing 0,09% dan 0,05% mtm.
Menurutnya produksi terganggu karena terjadi bencana banjir di sejumlah wilayah pemasok seperti Brebes, Cirebon, Kendal, Demak, dan Pati.
"Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan inflasi DIY terus terjaga pada kisaran targetnya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di DIY mengalami kenaikan sejak Mei 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengajuk
BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 ZOM akibat El Nino sangat kuat yang bertahan hingga awal 2027.
Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tembus 151.000. Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi.
BDx mulai membangun data center AI 640 MW di Jatiluhur. Gedung pertama berkapasitas 120 MW ditargetkan beroperasi awal 2027.
Harga emas Antam hari ini turun Rp1.000 menjadi Rp2.627.000 per gram. Simak harga emas Antam 0,5 gram hingga 1.000 gram.
RUU Reforma Agraria disahkan DPR hari ini. Regulasi ini mengatur pembentukan LPRA yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.