Kabar Baik! Pengangguran di Jogja Turun, Ini Data Terbarunya
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Inflasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat pada April 2024 DIY mengalami inflasi sebesar 0,09% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,87%, dan inflasi secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,89%.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati mengatakan inflasi April 2024 lebih rendah dari Februari dan Maret 2024, namun lebih tinggi dari Januari 2024 di mana terjadi deflasi 0,02%. Sementara jika dibandingkan capaian nasional 0,25%, inflasi DIY masih lebih rendah.
Dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi April 2024 secara bulanan dominan didorong oleh kelompok transportasi, yang mengalami inflasi 1,44% dengan andil 0,18%. Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 1,12% dengan andil 0,07%.
Sementara kelompok yang mengalami deflasi adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,7% dengan andil 0,2%. Menurutnya deflasi terjadi di kelompok ini karena sudah ada panen raya, sehingga harga beras mulai turun.
"Inflasi April 2024 untuk DIY 0,09% (mtm), dibandingkan angka nasional inflasi DIY lebih rendah," ucapnya dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (2/5/2024).
Lebih lanjut dia menjelaskan komoditas yang dominan mendorong inflasi April 2024 adalah angkutan antar kota dengan andil 0,15%, bawang merah dengan andil 0,09%, emas perhiasan 0,06%, tomat 0,05%, daun bawang, kontrak rumah, nangka muda, bawang putih, dan kangkung masing-masing 0,01%.
Kemudian, kata Herum, komoditas penghambat inflasi April 2024 utamanya adalah beras dengan andil 0,22%, cabai merah 0,11%, telur ayam ras 0,07%, cabai rawit 0,04%, buncis 0,03%, kacang panjang 0,02%, cabai hijau, makanan ringan 0,01%.
"Deflasi beras khususnya di daerah Gunungkidul," tuturnya.
Herum mengatakan untuk inflasi tahun ke tahun sebesar 2,87% paling tinggi disumbang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau 7,23% dengan andil 1,96% dari 2,87%. Kelompok transportasi juga mengalami inflasi 1,91% yoy dengan andil 0,25%.
"Berikutnya perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 3,85% andil 0,23%," kata Herum.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan inflasi April 2024 sebesar 0,25% secara mtm. Terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,13 pada Maret 2024 menjadi 106,40 pada April 2024. Sementara secara yoy terjadi inflasi sebesar 3%, dan secara ytd terjadi inflasi 1,19%.
Dia menjelaskan, tingkat inflasi di April 2024 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu. Menurutnya kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah transportasi dengan inflasi 0,93% andil 0,12%.
"Penyumbang utama inflasi dari kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,06%," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.