Kadin DIY Sebut Deflasi Tak Berpengaruh Signifikan pada Industri

Anisatul Umah
Anisatul Umah Minggu, 04 Agustus 2024 15:47 WIB
Kadin DIY Sebut Deflasi Tak Berpengaruh Signifikan pada Industri

Inflasi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat sepanjang 2024 DIY sudah mengalami deflasi sebanyak empat kali. Di antaranya terjadi pada Januari 2024 sebesar 0,02%, Mei 2024 sebesar 0,08%, Juni 2024 sebesar 0,25%, dan terakhir pada Juli 2024 kembali terjadi deflasi 0,03%.

Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Timotius Apriyanto menyebut meski deflasi terjadi empat kali, namun pengaruhnya tidak signifikan pada sektor industri. Sebab kontribusinya banyak disumbang oleh sektor makanan minuman dan pertanian.

BACA JUGA : Deflasi Terjadi di Jogja, Dampak Daya Beli Masyarakat Lesu

Ia menjelaskan perekonomian global saat ini cenderung lebih buruk daripada tahun lalu. Ketidakpastian global berpengaruh pada industri global dan juga DIY, khususnya pada produk unggulan ekspor tekstil, produk tekstil, furniture, craft, dan produk kulit. "Deflasi terakhir kan karena panen raya pertanian. Tidak pengaruh cukup besar pada dunia industri," ucapnya, Minggu (4/8/2024).

Deflasi empat kali di industri pertanian, kata Timotius, perlu dilihat apakah ada persoalan terkait supply dan demand. Bisa saja supply lebih tapi demandnya menurun.

Lebih lanjut dia mengatakan jika ini terkait dengan penurunan daya beli mestinya ada perbaikan kebijakan ekonomi. Reformasi struktural ekonomi baik fiskal dan moneter harus dijalankan. Pemerintah tidak perlu membuat terlalu banyak event yang sifatnya pertunjukan saja, lebih baik mengalokasikan untuk hal-hal yang sifatnya produktif.

Dia juga meminta agar pemerintah tetap memberikan kemudahan berusaha untuk meningkatkan efisiensi. Baik untuk UMKM dan dunia industri pengolahan DIY.

"Mestinya empat kali deflasi ini jadi early warning bagi kita pelaku usaha, pelaku industri, dan birokrat," katanya.

BACA JUGA : Tiga Kali Deflasi Penanda Daya Beli Masyarakat Turun? Begini Penjelasan Ekonom

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) DIY, Surya Ananta mengatakan sejauh ini deflasi di DIY belum berpengaruh langsung pada kunjungan ke mal. Kunjungan di DIY bahkan membaik saat ada libur atau cuti bersama. Tingkat kunjungan saat musim libur menurutnya lebih tinggi daripada akhir pekan.

Surya menjelaskan mal adalah retail yang memenuhi kebutuhan makanan dan non makanan seperti fashion. Kunjungan ke mal dominan untuk makan dan sekarang non makanan malah jadi opsi kedua. Mal juga banyak dimanfaatkan untuk bertemu kolega, rekan  bisnis karena lokasinya yang strategis.

"Konteks deflasi ini menurut pengamatan tidak ada pengaruh langsung ke kunjungan," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online