Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Pangan Dunia, RI Waspada
Harga pangan dunia naik pada Maret 2026 akibat konflik Timur Tengah. Indonesia berpotensi terdampak inflasi pada komoditas impor.
Telur Ayam - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA — Berdasarkan data yang tersaji pada Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (12/9/2024) pukul 07.35 WIB, harga rata-rata daging sapi murni di pedagang eceran kembali naik 1,63% atau Rp2.200.
Harga rerata daging sapi murni nasional kini tembus Rp136.880 per kilogram di pedagang eceran. Sama seperti kemarin, harga daging ayam ras juga naik 3,14% atau sebesar Rp1.080 menjadi Rp35.460 per kilogram.
BACA JUGA: Pemkab Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Gas 3 Kg dan Sembako di Kulonprogo
Begitu pun dengan harga rata-rata telur ayam ras yang naik 1,60% menjadi Rp28.640 per kilogram. Harga komoditas pangan lainnya juga melonjak tajam, seperti bawang merah yang tembus Rp27.400 per kilogram atau naik 5,10%.
Bawang bawang putih bonggol juga terus menanjak menjadi Rp40.340 per kilogram atau sebesar 2,02%. Harga cabai merah keriting naik 3,78% atau sebesar Rp1.320 menjadi Rp36.230 per kilogram.
Sementara itu, harga rata-rata cabai rawit merah berangsur turun tipis 0,05% menjadi Rp44.320 per kilogram. Masih mengacu data yang sama, harga beras medium juga masih mengalami kenaikan sebesar 1,33% menjadi Rp13.740 per kilogram.
Sedangkan beras premium turun tipis 0,06% menjadi Rp15.490 per kilogram. Di sisi lain, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog stabil di harga Rp12.570 per kilogram.
Selanjutnya, harga rata-rata tepung terigu curah merangkak 0,39% menjadi Rp10.230 per kilogram. Senada, harga tepung terigu kemasan (non-curah) juga naik 0,08% menjadi Rp13.170 per kilogram.
Data Bapanas juga menunjukkan harga rata-rata kedelai biji kering impor turun hingga 10,20% atau Rp1.200 menjadi Rp10.570 per kilogram.
Sementara itu, harga rata-rata jagung pakan di tingkat peternak justru melonjak tajam menyentuh 21,70% atau Rp1.300 menjadi Rp7.290 per kilogram. Lalu, harga rata-rata gula konsumsi di pedagang eceran berangsur turun 0,17% menjadi Rp17.760 per kilogram.
Serta, garam halus beryodium yang melanjutkan tren penurunan harga sebesar 3,75% menjadi Rp11.050 per kilogram. Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan sederhana kembali naik 1,44% menjadi Rp18.320 per liter, sedangkan harga rata-rata minyak goreng curah turun 3,14% ke level Rp15.740 per liter.
Beralih ke harga pangan yang bersumber dari protein hewani, harga rata-rata ikan kembung hingga ikan tongkol kompak melonjak tajam. Harga rata-rata ikan tongkol naik 8,03% atau sebesar Rp2.540 menjadi Rp34.170 per kilogram.
Harga rata-rata ikan bandeng tembus Rp34.540 per kilogram, naik 2,98% atau sebesar Rp1.000. Sedangkan harga rata-rata ikan kembung naik 2,26% menjadi Rp38.090 per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga pangan dunia naik pada Maret 2026 akibat konflik Timur Tengah. Indonesia berpotensi terdampak inflasi pada komoditas impor.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap di peringkat kedua dunia usai menjuarai China Open 2026 dan mempertahankan gelarnya.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka