PSEL Piyungan Ditargetkan Groundbreaking Desember 2026
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Bank Indonesia - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Ketua Komtap Pembinaan dan Pengembangan Sekretariat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Timotius Apriyanto menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6%. Menurutnya penurunan suku bunga ini bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi.
Sehingga diharapkan konsumsi, investasi, dan kredit bisa meningkat. Ia menyebut keputusan ini cukup moderat dan berani, sebab tidak ada pilihan lain untuk mendongkrak konsumsi masyarakat. Apalagi di tengah penurunan kelas menengah keputusan ini bisa menjadi stimulus.
"BI Rate diturunkan, harapannya akan ada peningkatan dari sisi jumlah kredit ya, tentunya yang diharapkan kredit investasi dan modal kerja," ucapnya, Jumat (20/9/2024).
Ia mengatakan penurunan suku bunga BI juga diharapkan bisa menggairahkan permintaan di tengah deflasi yang terjadi berturut-turut tahun ini. Kadin DIY berharap keputusan ini bisa segera sampai ke kebijakan operasional.
Hal ini sudah disampaikan ke BI dan OJK agar segera disosialisasikan dan diikuti kebijakan turunnya. "Kami berharap sebelum satu bulan segera diimplementasikan ke bank," harapnya.
Akan tetapi di tengah dampak positif penurunan suku bunga BI, Timotius menekankan ada risiko yang harus diwaspadai. Terutama investor besar yang bisa menarik sebagian portofolio investasinya dari dalam negeri. Sebab mereka melihat yield yang lebih menarik.
BACA JUGA: BI Rate Turun Jadi Momentum Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Lebih lanjut dia mengatakan jika dilihat secara konteks global keputusan ini mendahului Fed Funds Rate (FFR) yang masih berencana menurunkan suku bunga. Ia menjelaskan Pemilu presiden baru AS baru akan digelar November 2024, dan ada risiko The Fed mempertahankan higher for longer.
"Yang perlu diwaspadai risiko investasi lalu capital flow keluar akan mengganggu stabilitas moneter yang kita jaga," ucapnya.
Di sisi lain dia berharap agar rencana menaikkan PPN menjadi 12% ditunda. Menurutnya nanti akan sia-sia BI menurunkan suku bunga yang berisiko pada capital flow, tapi malah pemerintah menaikkan PPN jadi 12%. "Ini akan kontraproduktif."
Sebelumnya, DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY juga menyambut baik keputusan BI menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6%. Ketua DPD REI DIY, Ilham Muhammad Nur berharap penurunan suku bunga BI akan diikuti dengan penurunan suku bunga KPR.
"Ya tentu menyambut baik ya atas penurunan BI Rate menjadi 6%," ucapnya.
Ia mengatakan biasanya setelah suku bunga BI turun perbankan butuh waktu sekitar satu sampai dua bulan untuk melakukan penyesuaian. Sehingga diharapkan dampak penurunan BI Rate bisa dirasakan di akhir tahun 2024.
Terkait berapa besar peningkatannya Ilham belum bisa menyampaikan detail proyeksi persentasenya. Akan tetapi dia yakin penjualan properti akan meningkat khususnya dengan dengan cara KPR.
"Penjualan khususnya penjualan dengan cara KPR itu akan meningkat pasti," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Progres Tol Jogja-Solo segmen Purwomartani-Maguwoharjo mencapai 47% dan ditargetkan rampung pada 2027 dengan konstruksi elevated.
Laptop bekas Rp1 jutaan masih bisa digunakan untuk kerja dan UMKM. Simak tiga pilihan serta tips mengecek kondisinya sebelum membeli.
Ariana Grande mendapat izin subpoena cepat untuk mengungkap peretas yang diduga mencuri dan membocorkan 45 lagu belum dirilis.
Max Verstappen memperpanjang kontrak Red Bull hingga 2030 dan mengakhiri spekulasi kepindahan ke Mercedes.
Gempa Bantul M 3,6 terjadi Kamis sore. BMKG mencatat pusat gempa berada 11 km tenggara Bantul dengan kedalaman 10 km.