Layanan BRI dan BNI Saat Idulfitri 2026, Ini Jadwalnya
BRI dan BNI menyesuaikan operasional selama libur Lebaran 2026. Simak jadwal layanan terbatas bank serta sistem pembayaran BI.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (Wali) Levita Ginting Supit./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Bisnis waralaba (franchise) kini semakin menjamur dan berkembang pesat di Indonesia.
Ketua Umum Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), Levita Ginting Supit mengatakan omzet bisnis waralaba bahkan mencapai Rp200 triliun pada 2023 dengan total gerai waralaba yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 60.000 gerai.
“Dana atau omzet daripada waralaba bisa mencapai sampai dengan Rp200 triliun [pada 2023],” kata Luvita saat ditemui di sela-sela agenda Franchise & License Expo (FLEI) 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2024).
Dia menuturkan, bisnis waralaba turut berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Hal ini, kata dia, terlihat dari sekitar 30 jutaan pekerja yang berhasil diserap oleh sekitar 60.000 gerai yang ada di Indonesia.
Sementara untuk waralaba lokal, Luvita menyebut bahwa pertumbuhannya cukup banyak. Akan tetapi, diakuinya ada sejumlah tantangan bagi waralaba lokal untuk bertumbuh.
Menurutnya, waralaba lokal perlu lebih kreatif mengingat makin banyaknya waralaba asing yang masuk ke Indonesia. Apalagi, Luvita menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara dengan market yang sangat besar sehingga banyak waralaba internasional yang berminat masuk ke pasar Indonesia.
BACA JUGA: Jokowi Terbitkan PP Waralaba Mengatur Izin hingga Logo Toko, Ini Rinciannya
Oleh karena itu, Luvita mengimbau para pebisnis waralaba lokal untuk dapat mengambil ilmu dari hadirnya waralaba asing guna mengembangkan bisnis waralaba lokal. Pihaknya juga mendorong waralaba lokal untuk berekspansi ke pasar global.
Dengan begitu, waralaba lokal dapat dikenal oleh negara-negara lain dan melihat bahwa waralaba Indonesia adalah bisnis yang berprospek.
Sejauh ini, Luvita mengungkapkan bahwa waralaba Indonesia telah berekspansi ke negara-negara lain seperti Dubai, Lebanon, Riyadh, dan Jordan. Selain di Timur Tengah, waralaba Indonesia juga telah masuk ke pasar Asia, Eropa, dan Amerika.
Dia mengungkap bahwa bisnis waralaba yang paling banyak diminati yakni F&B, seperti restoran dan kafe.
Menurutnya, bisnis waralaba di sektor F&B akan terus bertumbuh ke depan, lantaran masyarakat kini lebih banyak beraktivitas di luar kantor dan rumah. “Sekarang orang kalau meeting kan udah enggak di kantor, pasti kan di kafe. Terus kalau ada arisan, reuni, semua kan di restoran-restoran,” ungkapnya.
Selain F&B, sektor lain yang juga banyak diminati yakni bisnis dan jasa seperti salon, SPA, sekolah, tempat les, dan lainnya. Kemudian, waralaba ritel seperti supermarket dan fesyen. “Karena banyak permintaan, jadi dia akhirnya banyak yang tertarik dengan bisnis itu.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
IESR mendukung pengurangan subsidi BBM lewat elektrifikasi transportasi, tetapi meminta perlindungan kelompok rentan dan penguatan ekosistem EV.
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel mengungkap rumitnya proses rekrutmen pemain di Indonesia yang banyak mengandalkan jaringan dan video agen.
Prabowo mengajukan Aida S. Budiman, Solikin M. Juhro, dan Anwar Bashori sebagai calon pimpinan Bank Indonesia. Ini rekam jejaknya.
Garuda Indonesia ditargetkan mulai mencetak laba pada awal 2027. Rugi GIAA kuartal I/2026 menyusut 45,2% menjadi US$41,6 juta.
Pemerintah menyiapkan insentif bagi pengusaha logistik untuk meredam dampak zero ODOL yang berpotensi menaikkan biaya logistik 3,3%.